Di Depan Kapolda Marbut Masjid Ini Ngaku Rekayasa Kasus Seolah-olah Dianiaya. Ini Motifnya

"Enggak ada pihak-pihak lain. Saya khilaf, saya salah melakukan pelanggaran yang dilarang pemerintah dan agama," ujar Uyu

Di Depan Kapolda Marbut Masjid Ini Ngaku Rekayasa Kasus Seolah-olah Dianiaya. Ini Motifnya
Tribunjabar/Mega Nugraha
Uyu Ruhyana mempraktikkan cara mengikat diri sendiri di Mapolda Jabar, Kamis (1/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Marbut Masjid Agung Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Uyu Ruhiyana mengaku apa yang dilakukannya hanya untuk memperjuangkan pekerjaan anaknya. 

Penghasilannya sebagai penjaga masjid sebesar Rp 125 ribu per bulan, tak cukup untuk memenuhi permintaan anaknya.

Seperti diketahui, informasi menyebar seorang marbut masjid dianiaya lima orang tak dikenal, Rabu (28/2/2018) dini hari.

Baca: Dikenal Sebagai Artis Tajir, Status Mobil Mewah Roro Fitria Tak Terduga

Baca: VIRAL! Pengantin Wanita Pingsan usai Dipeluk Mantan di Pelaminan, Ini Videonya

Baca: Dua Bulan di Penjara Ini Pesan Menyentuh Jennifer Dunn kepada Suaminya

Informasi itu menyebar via media sosial hingga akhirnya viral.

Bahkan, konten terkait kasus itu yang menyebar dikait-kaitkan dengan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Di hadapan ‎Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Ketua MUI Jabar dan pimpinan Dewan Masjid Indonesia, Uyu mengatakan anaknya ingin memiliki mesin pemotong rumput.

"Anak saya bercita-cita punya mesin potong (rumput). Tapi saya tidak punya uang untuk beli karena saya cuma punya uang Rp 125 ribu per bulan dari hasil bersih-bersih masjid. Sampai akhirnya saya berpikiran kotor," ujar Uyu di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (1/3/2018).

Halaman
1234
Tags
hoaks
Garut
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved