Usai Pengakuan Marbut Masjid Soal Rekayasa Penganiayaan. Polisi Kini Buru yang Posting di Medsos

Setelah dilakukan penyelidikan, penganiayaan tersebut tak pernah ada. Bahkan UR mengaku merekayasa penganiayaannya itu

Usai Pengakuan Marbut Masjid Soal Rekayasa Penganiayaan. Polisi Kini Buru yang Posting di Medsos
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
UR, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan terhadap dirinya tengah memperagakan bagaimana dirinya merekayasa dengan mengikat dirinya sendiri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, GARUT - Setelah menjerat UR, marbut masjid di Garut dengan pasal laporan palsu, polisi kini mengejar pelaku yang pertama kali mengunggah berita hoaks tersebut ke media sosial.

Berita hoaks tersebut berisi informasi penganiayaan terhadap marbot masjid, UR, di Garut.

Setelah dilakukan penyelidikan, penganiayaan tersebut tak pernah ada. Bahkan UR mengaku merekayasa penganiayaannya itu.

Baca: Di Depan Kapolda Marbut Masjid Ini Ngaku Rekayasa Kasus Seolah-olah Dianiaya. Ini Motifnya

Baca: Gurindam Research Centre: 2 Calon Harus Berebut 41,6 Persen Pemilih yang Belum Punya Pilihan

Baca: TAHUKAH ANDA? Dengar Musik, dan Merokok Saat Mengemudi Mobil DILARANG! Ini Dasar Hukumnya

"Ada dua kasus di Garut. Kasus pertama, kasus laporan palsu kita proses dengan pidana umum pasal 242 ancaman hukuman 7 tahun dan pengunggahan ke medsos," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana, Kamis (1/3/2018) malam.

Umar mengaku, pihaknya tengah mendalami penyebar berita hoaks penganiayaan marbut mesjid di Garut tersebut.

"Ini kita dalami, jelas untuk medsos ada dua Facebook dan media online yang ada di tempat luar Jawa," tuturnya.

Penyebaran berita hoaks di Garut ini, sambung Umar, banyak tersebar di WhatsApp (WA) grup bukan di media sosial.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved