Ibu Muda Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk. Polisi Tangkap Mantan Pembantu dan Teman Prianya
Dua terduga pelaku pembunuhan Metha Novita berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik Semarang, Sabtu (3/2/2018)
TRIBUNBATAM.id, SEMARANG - Kustantoniyah (67) ibu korban pembunuhan Metha Novita di rumahnya Ngaliyan, Semarang tampak tenang saat mendengar kabar bahwa tersangka pembunuhan anaknya telah ditangkap, Sabtu (3/3/2018).
Langkahnya menuju ruang tamu tampak tertatih dan pelan karena stroke yang dideritanya.
Ia menyatakan saat ini sudah menyerahkan pengungkapan kasus pembunuhan anaknya kepada pihak kepolisian.
Baca: Raja Telekomunikasi Malaysia Ananda Krishnand Bangkrut di India. Rp 94,5 Triliun Melayang
Baca: Klep Jantung Ada Gangguan, BJ Habibie Dirawat di Muenchen
Baca: Jennifer Dunn Diisolasi, Faisal Haris Pelesiran dengan Keluarga. Bagaiman Kabar Gugat Cerai Sarlita?
"Biar hukum yang berjalan dan memberikan balasan yang sesuai," terang wanita yang akrab disapa Bu Kus tersebut.
Kus bahkan tahu bahwa usia L masih sangat muda dan baru pertama bekerja sebagai pembantu di rumah anaknya.
Ia memaparkan L sudah bekerja selama tiga bulan, namun hanya satu bulan dimana ia total membantu kegiatan rumah tangga dan menginap di kediaman Metha.
Kus yang juga beberapa kali tinggal di rumah Metha menjelaskan sebagai asisten rumah tangga L tidak sigap.
Selain itu L juga kerap didatangi pacarnya dan berduaan di depan rumah.
Baca: Jennifer Dunn Diisolasi, Faisal Haris Pelesiran dengan Keluarga. Bagaiman Kabar Gugat Cerai Sarlita?
Baca: Massa JR Saragih-Ance Bersorak di Bawaslu. Pilgub Sumut Tambah Satu Pasangan
Baca: Nah, Kali Ini Penampilan Mulan Jameela Dapat Pujian. Kayak Apa Sih
"Kalau pacaran di depan sini, kadang di pos ronda situ, dan pakaiannya celana yang minim itu, nah tetangga pada ngomongin, Metha juga kan yang nggak enak," jelas pensiunan dosen PGSD Unnes tersebut.
Dari alasan itulah kemudian Metha memutuskan untuk tidak lagi memakai jasa L.
Sepengetahuan Kus, anaknya memutuskan untuk memecat L juga dengan cara yang halus.
"Alasannya Metha mau ke Jakarta dua minggu sehingga jasa L tidak dibutuhkan lagi. Nanti kalau butuh L dipanggil lagi, gitu mecatnya," bebernya.
Kini ia berharap proses penyidikan segera tuntas dan pelaki segera diadili. Kus hanya berharap hukuman yang setimpal dengan kematian anaknya. (Rival Almanaf)
Pelaku Kabur Pakai Motor Bonceng Seorang Wanita
Pelaku yang diduga membunuh seorang ibu rumah tangga Metha Novita di rumahnya jalan Bukit Delima XI B9 17, Ngaliyan Semarang diduga berboncengan dengan mantan pembantu korban bernama Lina.
Hal itu sampaikan oleh Tinung, seorang tetangga korban..
Tinung sempat menangis histeris ketika Metha Novita ditemukan tewas di kamarnya.
"Saya itu kaget anaknya nangis histeris yang paling kecil. Karena itu deket banget sama saya, tak tanya ibu mana, dia bilang di kamar. Saya lihat kok sudah terkapar," ucap Tinung terisak.
Ia melihat pelaku yang kabur menggunakan motor kemudian memboncengkan seorang wanita di ujung gang.
"Saya lihat dari belakang perawakannya mirip Lina, mantan pembantunya," jelas Tinung.
Ia membeberkan mantan pembantu tersebut sudah lama tidak bekerja di rumah Meta. Seingatnya Lina sempat belerja selama empat hingga lima bulan.
"Tadi kata orang keduanya juga berboncengan muter-muter sini saya nggak tau kenapa, ternyata setelah itu malah ada kejadian ini," pungkasnya. (*)
Pelaku Ditangkap polisi
Dua terduga pelaku pembunuhan Metha Novita berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik Semarang, Sabtu (3/2/2018).
"Betul dua orang ini telah kami amankan. Saat ini kami sedang proses pengurusan berkas untuk diserahkan ke Polsek Ngaliyan," ujar Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli.
L dan teman lelakinya akan langsung dibawa ke Polsek Ngaliyan siang ini.
Perempuan berambut panjang berperawakan sedang dan pria bertato pada beberapa bagian tubuhnya itu diamankan selama beberapa jam di Polsek Banyumanik untuk kemudian langsung dibawa menuju Polsek Ngaliyan.
Polsek Ngaliyan bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap pembunuh Metha Novita Handayani (38), ibu cantik beranak tiga.
Sebelumnya sepeda motor yang digunakan oleh terduga pelaku telah ditemukan.
Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna membenarkan bahwa barang bukti motor sudah ditemukan dan disita.
"Saat ini memang kasus itu ditangani Polsek Ngaliyan, kami dari Polrestabes sifatnya membackup saja," terang Suwarna.
Sempat Tersebar di Medsos
Sebenarnya terduga pelaku pembunuh sempat tersebar di media sosial.
Namun polisi mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas memposting di media sosial.
Hal itu ia sampaikan setelah melakukan patroli cyber dan menemukan postingan-postingan yang memajang foto dan akun pelaku.
Metha Novita Handayani (38). (facebook) ()
"Hal-hal semacam itu justru merepotkan penyelidikan karena belum terkonfirmasi apa benar dia pelakunya? Saya imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati memposting hal semacam itu," tegasnya.
Suwarna juga menyampaikan kepada pengguna media sosial untuk tidak mempercayai berita penangkapan tersangka jika sumbernya bukan dari kepolisian.
"Kalau memang masyarakat tahu informasi keberadaan pelaku ya langsung dikabarkan saja ke kepolisian, kalau kami konfirmasi benar dan memang membantu penyelidikan kami juga akan beri penghargaan," tambah Suwarna.
Ia mencontohkan dalam kasus penemuan mobil yang digunakan pengemudi Grab Deni Setiyawan oleh warga.
"Kemarin kepada ibu Indriyati Tri Rahayu mendapat apresiasi dari Kapolres karena informasi yang telah diberikan atas penemuan barang bukti mobil hasil kejahatan. Sehingga bisa mempercepat polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan driver taxi online," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya misteri pembunuhan seorang ibu bernama Metha Novita Handhayani mulai terkuak.
Wanita cantik berusia 38 tahun tersebut, Kamis (1/3/2018) lalu ditemukan meninggal dengan luka tusukan di perut di rumahnya Jalan Bukit Delima B9 Nomor 17, Ngaliyan Semarang.
Ia diduga menjadi korban pembunuhan
Seorang Ibu rumah tangga Metha Novita ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya Jalan Bukit Delima B9 17, Ngaliyan, Semarang, Kamis (1/3). Wanita berusia 38 tahun meninggal dengan luka tusukan di perut sebelah kiri. (facebooker)
Hal itu karena tetangga Metha sempat melihat seorang pria yang berada di dalam rumah dan buru-buru kabur setelah tepergok warga.
Pria yang diduga pelaku saat itu sempat ditanyai saksi, namun buru-buru pergi dengan sepeda motornya dan tampak terburu-buru hingga sandalnya tertinggal di rumah Metha.
Kala itu, sandal memang menjadi satu-satunya petunjuk selain foto pelat nomor kendaraan terduga pelaku, dan keterangan beberapa saksi.
Namun, setelah sehari berselang polisi berhasil menemukan kendaraan yang digunakan terduga pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan Muhammad Bahrin menjelaskan, motor yang ditemukan di daerah Tugu tersebut sudah sesuai dengan kendaraan yang sempat dipotret oleh saksi di TKP.
"Ya memang itu motor yang digunakan terduga pelaku, namun saat ini belum bisa menyimpulkan apakah dia itu ada kaitannya dengan mantan pembantu atau tidak, doakan saja cepat tertangkap dahulu," bebernya.
Bahrin enggan membeberkan dimana detail lokasi ditemukannya sepeda motor tersebut. Ia hanya menyebut bahwa kendaraan ditemukan oleh anggota polisi.
Suasana di kediaman korban, Kamis (1/3/2018) pukul 11.00 WIB. Alamat TKP di Bukit Delima 9 No 17 RT 3 RW 8, Perumahan Permata Puri, Beringin, Ngaliyan, Semarang.
Pelaku pembunuhan Metha Novita Handayani ternyata tidak hanya melukai ibu 38 tahun tersebut.
Putra bungsu Metha, Nako (4) ternyata juga beberapa kali dipukuli pelaku.
Hal itu dipaparkan, ibu Metha, Kustantoniyah (67). Wanita pensiunan dosen PGSD Unnes tersebut memang tampak masih berduka.
Bicaranya lirih, ia masih tampak syok mendapati kenyataan anak pertamanya sudah tiada.
"Nako itu awalnya trauma ya, nggak mau ngomong setelah kejadian, baru setelah kejadian dia mau cerita, kalau dia juga dijotos-jotosi katanya," ungkap Kustantoniyah.
Ia pribadi telah menyerahkan pengejaran pelaku kepada pihak kepolisian.
Ia berharap agar segera bisa ditangkap dan diganjar hukuman seadil-adilnya.
"Jadi saat itu ya memang Nako lagi sama ibunya di kamar, terus ada pelaku katanya langsung mencekik ibunya Nako itu teriak jerit-jerit," ungkap wanita 67 tahun tersebut.
Terkait mantan pembantunya yang diduga terlibat ia juga tidak berbicara banyak.
Menurutnya mantan pembantu berinisial L itu juga memiliki kepribadian biasa.
"Hanya saja kemarin dipecat karena pacaran terus di depan rumah, di pos ronda, jadi nggak enak dilihat tetangga, apalagi kadang pakai celana pendek banget," bebernya.(tribunjateng)