Breaking News:

Historia

Namanya Barisan Terate! Inilah Pengawal Paling Kontroversial Soekarno-Hatta Selama di Yogya!

Kolonel Mostopo kemudian mengumpulkan para penjahat, pencopet, dan pelacur di Yogyakarta untuk dididik menjadi pejuang-pejuang yang tangguh

Ist
Bung Karno 

TRIBUNBATAM.ID-Pada Januari 1946 pemerintah RI terpaksa dipindahkan ke Yogyakarta karena alasan keamanan.

Pasalnya pasukan Belanda yang didukung Sekutu terus melancarkan tindakan brutal terhadap warga Jakarta.

Apalagi sepak terjang serdadu NICA juga makin membahayakan jiwa keluarga Presiden Soekarno dan Wapres, Bung Hatta.

Baca: Mengejutkan! Incar Kematian Bung Karno, Pilot Ini Tembaki Istana Negara! KSAU Menjadi Tumbalnya!

Baca: Bersandi Operasi Gagak, Belanda Gagal Bunuh Presiden Soekarno! Inilah Kehebatan Bung Karno!

Baca: Terungkap! Inilah Ibunda Presiden Soekarno dan Kisah Mistis Gunung Kelud Meletus!

Baca: Bikin Merinding! Terungkap Mistis Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan!

Raja Yogyakarta, Sultan HB IX dengan senang hati menerima kehadiran rombongan keluarga dan para staf Presiden serta Wapres RI meski menanggung banyak tantangan.

Salah satu tantangan yang harus segera diatasi oleh Sultan HB IX, selain menyediakan tempat penampungan juga harus menyiapkan
"pasukan keamanan" yang harus tersedia dalam waktu singkat.

Karena kurangnya personel pasukan keamanan, Sultan HB IX kemudian meminta tolong kepada penasihat Pangsar Soedirman dan Kolonel
Moestopo untuk segera menyiapkan pasukan pengamanan.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved