Motion

Adat Resam Melayu Mulai Tergerus Zaman, Ini Tindakan LAM Anambas

Di era digital dan cepatnya perubahan zaman, adat resam Melayu di Anambas mulai tergerus dan terancam dilupakan.

Adat Resam Melayu Mulai Tergerus Zaman, Ini Tindakan LAM Anambas
ISTIMEWA

"Ini yang memang menjadi tantangan LAM ke depannya. Untuk itu, kami mengusulkan kepada Pemerintah Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa merealisasikan hal itu," ujar Dato' Sri Setia Amanah Ir Herdi Usman, Ketua Umum LAM Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dengan masuknya program seni budaya Melayu yang masuk ke sekolah-sekolah, pihaknya berharap dapat membangkitkan niat generasi muda untuk mencintai adat dan kebudayaan Melayu yang boleh dikatakan menjadi nafas dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau itu tidak dilakukan, tentu sangat sulit sekali. Terlebih, dengan zaman telekomunikasi yang kian canggih seperti sekarang ini. Coba kalau kita perhatikan, saat ini anak-anak sekolah sudah banyak yang memiliki gadget yang senantiasa melekat dengan mereka. Beberapa generasi muda, memang ada yang tertarik serta peduli untuk melestarikan seni dan budaya Melayu, salahsatunya dengan membentuk sanggar seni," ungkapnya.

Dato' Syariffuddin, Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, usulan agar adanya prioritas pada seni dan budaya Melayu ke sekolah-sekolah, memang telah diusulkan jauh hari sebelumnya.

Hal ini pun menurutnya sejalan dengan amanah yang disampaikan oleh Ketua LAM Provinsi Kepri agar LAM di Anambas dapat memainkan perannya, khususnya dalam menjaga resam Melayu yang cenderung dilupakan pada zaman sekarang.

"Memang usulan ini ada kami sampaikan. Harapannya, agar generasi muda tidak lupa serta dapat mengenal adat dan kebudayaan Melayu sejak dini. Upaya untuk menjaga serta melestarikan adat serta kebudayaan Melayu senantiasa kami lakukan," ungkapnya. (*)

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved