Kajari Ingin Semua Proyek di Anambas Selesai 31 Oktober Tahun Ini agar tak Tersangkut Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Juli Isnur menginginkan paket pekerjaan yang ada di Anambas bisa selesai pada tanggal 31 Oktober ‎2018.

Kajari Ingin Semua Proyek di Anambas Selesai 31 Oktober Tahun Ini agar tak Tersangkut Hukum
tribun batam
Kajari Natuna Juli Isnur saat berbincang dengan Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra di Kantor Bupati di Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Juli Isnur menginginkan paket pekerjaan yang ada di Anambas bisa selesai pada tanggal 31 Oktober ‎2018.

Hal ini dilakukan agar serapan anggaran dan manfaat dari pembangunan tersebut dapat selesai dirasakan oleh masyarakat.

Keinginan Kajari tersebut berkaitan dengan posisinya sebagai Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) kejaksaan.

"Saya ingin pekerjaan 31 Oktober clear tahun ini. ‎Kalau tak berani mencoba susah juga. Makanya coba dimulai pada tahun ini," ujarnya Rabu (7/3/2018).

Ditemui di sela-sela melakukan peninjauan ke kantor Bupati di Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan, ia menjelaskan faktor dari sisi cuaca, khususnya pada akhir tahun menjadi salahsatu perhatian yang berdampak pada fluktuasi kenaikan harga bahan bangunan.

Meski demikian, pihaknya menegaskan pihaknya tidak main-main dari segi hukum.

"Di sini ada suatu musim, yang mengakibatkan hampir semua kegiatan sedikit terganggu. Makanya saya kemarin, beberapa kali telpon-telponan dengan Pak Kadis, laksanakan dulu apa yang ada, kebijakan ini akan kami sampaikan ke atas. ‎Kendati demikian, saya tidak mau main-main dari segi hukum. Tetapi, saya harus membuat pertimbangan-pertimbangan," ungkapnya.

Juli mengaku akan terus memantau progres pembangunan, khususnya yang masuk menjadi pendampingan TP4D kejaksaan, meski tidak berada di Anambas. ‎

Selain faktor cuaca, eskalasi harga diakuinya menjadi bahan evaluasi pada pendampingan TP4D pada tahun 2018 ini.

Dari data sementara, terdapat 28 paket yang didampingi oleh TP4D kejaksaan.

"Insya Allah sementara yang baru dibahas 28 (paket). Siang ini nanti dibahas. Karena harus melihat HPS dan segala macamnya. Yang jelas, meski tidak berada di Anambas, bukan berarti tidak saya pantau. Saya cek terus itu, termasuk sampai pergerakan kenaikan semen karena kapal tak berani tembus," bebernya.

Kajari bersama rombongan sebelumnya tiba pada Selasa (6/3/2018) kemarin.

Selain melaukan cek fisik dan evaluasi kegiatan TP4D tahun 2017, Kajari dijadwalan juga melakukan sosialisasi TP4D di Anambas untuk tahun anggaran 2018.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved