Wawako Batam: Distributor Harus Patuhi Rekomendasi BPOM, Jika Tidak, Izin Usaha Bisa Dicabut

"Jika para distributor masih nakal dan sengaja mengambil barang yang tak ada izin jual, pemerintah bisa cabut izin distributor," kata Amsakar

Wawako Batam: Distributor Harus Patuhi Rekomendasi BPOM, Jika Tidak, Izin Usaha Bisa Dicabut
tribunbatam/argianto
Wakil Walikota Batam, Amsakar 

TRIBUNBATAM.id BATAM - Terkait sidak dan pengamanan sejumlah baraNG yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Wilayah Kepri, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, BPOM sebelumnya sudah memberikan rekomendasi tentang barang yang boleh dijual dipasar.

Berdasarkan rekomendasi itu pula, pemerintah menentukan pemberian izin kepada distributor.

"Jika para distributor masih nakal dan sengaja mengambil barang yang tidak ada izin jual, pemerintah bisa mencabut izin distributor tersebut," kata Amsakar, Rabu (7/3/2018).

Baca: All New Honda PCX Resmi Hadir di Batam. Banyak yang Indent, 9 Pemesan Ini yang Dapat Duluan

Baca: Tertidur di Rapat, Pejabat Korut Dieksekusi Mati. Ini Sejumlah Kasus Hukuman Mati karena Hal Sepele

Baca: DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pencabutan Aturan Tenaga Kerja Asing Sektor Migas

"Jika tidak sesuai aturan, bisa saja pencabutan izin usaha mereka, karena BPOM sudah merekomendasikan kepada kita barang mana saja yang bisa dijual, apakah ada label BPOM termasuk SNI-nya," ujarnya.

Menurut Amsakar, tidak hanya makanan, beberapa kali juga ditemukan alat kosmetik yang tidak ber SNI atau tidak memiliki izin jualnya.

"Kalau di swalayan saya rasa tidak ada. Mereka pasti lebih selektif. Jika ditemukan harus ditarik juga," sebutnya.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengatakan, bebeapa barang yang ditemukan di gudang ini diduga sudah masuk ke swalayan di Batam.

Diberitakan sebelumnya, tim terpadu yang tergabung dalam BPOM Polisi dan Satpol PP melakukan sidak di sejumlah swalayan di Batam.

Mereka juga menyita barang yang tidak sesuai standar bahkan tidak memiliki izi  jual di Batam.(koe)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved