Gegara Kasus Rohingya, Satu Lagi Penghargaan Internasional Aung San Suu Kyi Dicabut

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dilaporkan kembali menerima pemberitahuan pencabutan penghargaan yang diraihnya.

Gegara Kasus Rohingya, Satu Lagi Penghargaan Internasional Aung San Suu Kyi Dicabut
AFP/YE AUNG THU
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017. 

"Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, menolak bekerja sama dengan penyelidik PBB, dan beretorika tentang anti-Rohingya," kata Museum Holocaust.

Selain itu, Myanmar juga menghambat jurnalis yang berusaha melaporkan dugaan adanya pembantaian massal, dan usaha pengusiran Rohingya menuju Bangladesh.

Ini merupakan gelar ketiga yang dicabut dari penerima Nobel Perdamaian 1991 dalam lima bulan terakhir.

Sebelumnya, kota Oxford di Inggris mengumumkan pembatalan penghargaan "Freeom of the City" kepada pemimpin 72 tahun tersebut.

Freedom of the City adalah penghargaan yang diberikan pemerintah sebuah kota yang diberikan kepada sosok yang dianggap berprestasi, tokoh ternama, atau selebriti yang berkunjung.

Pencabutan penghargaan juga diikuti oleh anggota Dewan Kota Dublin di Irlandia pada 14 Desember 2017.

(kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Gelar Penghargaan untuk Aung San Suu Kyi Dicabut"

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved