TERUNGKAP di Pengadilan, Saat di RS, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus Anak-Anak

Saat berada di rumah sakit, dokter Bimanesh memerintahkan perawat bernama Indri Astuti untuk berpura-pura memasang infus terhadap Novanto.

TERUNGKAP di Pengadilan, Saat di RS, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus Anak-Anak
Repro Kompas TV
Setya Novanto terbaring di RS Medika Permata Hijau setelah kecelakaan 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Setya Novanto diduga berpura-pura sakit saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Upaya itu diduga dilakukan untuk menghindari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua orang yang diduga merekayasa data medis Setya Novanto adalah advokat Fredrich Yunadi dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.

Hal itu sebagaimana diungkapkan jaksa dalam surat dakwaan terhadap Bimanesh yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Menurut jaksa, saat dirawat di rumah sakit, Novanto didiagnosa mengalami luka akibat kecelakaan.

Diagnosa tersebut diduga rekayasa, karena sudah ditentukan sejak awal. Bahkan, saat Novanto masih berada di Gedung DPR RI.

Baca: Netizen Sebut Aneh Setya Novanto Pakai Infus Bayi, Pengacara: Kan Memang Bayi

Baca: Terlihat Grogi, Keponakan Setya Novanto Ditegur Hakim

Saat berada di rumah sakit, menurut jaksa, dokter Bimanesh memerintahkan perawat bernama Indri Astuti untuk berpura-pura memasang infus terhadap Novanto.

"Terdakwa meminta agar infus sekadar ditempel saja," ujar jaksa Moch Takdir Suhan.

Meski demikian, menurut jaksa, Indri tetap melakukan pemasangan infus.

Namun, Indri menggunakan jarum kecil berukuran 24 yang biasa digunakan untuk pasien anak-anak.

Sidang e-KTP berusaha membuktikan aliran dana kepada Setnov melalui skema barter di tempat penukaran uang.

(kompas.com/Abba Gabrillin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat di Rumah Sakit, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus untuk Anak-anak"

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved