Kasus Miras Tangkapan Kodim Bintan! Penyidik Disperindag: Tersangka Mangkir Panggilan!

Tersangka kasus miras tangkapan Kodim Bintan mangkir dari pemanggilan pemeriksaan. Begini penjelasan penyidik Disperindag Bintan!

Kasus Miras Tangkapan Kodim Bintan! Penyidik Disperindag: Tersangka Mangkir Panggilan!
tribunbatam/wahib waffa
Ilustrasi. Miras tangkapan Kodim Bintan 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Tersangka Ahong kasus minuman keras ilegal yang diamankan oleh Kodim 0315 Bintan beberapa waktu lalu di gudang Batu Tujuh kelurahan Melayu Kota Piring, Tanjungpinang Timur belum dilakukan pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi yang didapat dari Iwan Setiawan ‎Penyidik PPNS Kementrian Perdagangan yang bertugas di Disperindag Bintan ini menyebutkan bahwa tersangka Ahong telah dilakukan pemanggilan. Bahkan untuk yang kedua kalinya. Namun masih saja belum mengindahkan panggilan.

Baca: Mengejutkan! 8 Bentuk Hidungmu Ini Bongkar Kepribadianmu! Nomor 5 Bikin Penasaran Wanita!

Baca: Pembunuhan Sadis di Solok Terungkap! Awi Bunuh Korban Lalu Buang Jasadnya di Septic Tank!

Baca: Kasus Miras Tangkapan Kodim, Disperindag Bintan Sudah Tetapkan Tersangka!

"Sudah dipanggil namun mangkir dan belum bisa penuhi panggilan," kata Setia kurniawan dikonfirmasi, Minggu (18/3/2018). Untuk panggilan pertama beberapa hari lalu telah diagendakan.

Namun karena belum bisa hadir, pihaknya melayangkan surat panggilan kedua untuk bisa memenuhi pemeriksaan di Biro koordinasi Pengawasan PPNS Bareskrim Jakarta.

"Panggilan diperkirakan pada tanggal 20 dan 21 Maret. ‎Kita harapkan yang bersangkutan bisa memenuhi pangilan untuk memperlancar proses hukum," tuturnya.

Kasus ini bermula dari penggrebegan gudang minuman keras yang dilakukan oleh Kodim 0315 Bintan di gudang Batu 7 beberapa bulan lalu. Ditemukan terdapat ratusan dus berbagai merk minuman tanpa memiliki dokumen yang sah.

Pelaku pemilik minuman Ahong diancam dengan peraturan Menteri perdagangan nomor 20/M-DAG/Per/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran jualan minuman beralkohol. Pelaku melanggar pasal 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangnya dengan ancaman 4 tahun dan denda Rp 10 miliar. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved