Pawang Buaya Siram Sirih dan Pinang, Buaya Muncul Bawa Potongan Tubuh Korbannya

buaya menyerang manusia karena merasa terusik, bahkan disakiti karena sering dipukul, dilempar dan dipotong hingga mati.

Pawang Buaya Siram Sirih dan Pinang, Buaya Muncul Bawa Potongan Tubuh Korbannya
mirror.co.uk
buaya 

TRIBUNBATAM.id - Serangan buaya terhadap manusia semakin meningkat intensitasnya belakangan ini.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT mencatat sedikitnya 41 warga NTT kehilangan nyawa karena diterkam buaya.

Serangan terbanyak terjadi di Pulau Timor seperti di Kabupaten Malaka, TTU, TTS dan Kabupaten Kupang. Pada awal tahun 2018 ini serangan buaya di Kabupaten Malaka sudah menewaskan empat orang.

Baca: Intip 7 Pabrik Uang Artis Chelsea Olivia, Nomor 5 Baru Saja Buka

Baca: Di Usia 42 Tahun, Angelina Jolie Semakin Memikat. Ini Foto-fotonya dari Muda Hingga Sekarang.

Baca: Angel Lelga Sudah Hamil? Vicky: Lagi Berproses menuju Lokomotif Moskow. Maksudnya?

 
Ditemui di kediamanya, Rabu (14/3/2018), pawang buaya di Besikama, Kabupaten Malaka, Alfonsius Seran Kauk mengatakan buaya menyerang manusia karena merasa terusik, bahkan disakiti karena sering dipukul, dilempar dan dipotong hingga mati.

Alfons menjelaskan, sesuai kepercayaan setempat, buaya adalah penunggu sekaligus penjaga laut dan sungai.

Pada zaman dahulu setiap orang yang masuk ke wilayah buaya wajib memberitahu dan minta izin. Yang mencari ikan dan kepiting wajib meminta izin kepada tuan tanah agar buaya tidak marah dan memangsa manusia.

Namun, pada zaman sekarang banyak orang ke laut atau ke sungai tanpa izin kepada pemiliknya.

Halaman
1234
Editor: Rio Batubara
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved