Sabtu, 11 April 2026

Ekonom Menilai Jokowi Terlalu Obral Utang ke Asing dan Kondisi Ini Perlu Diwaspadai

Ada kehawatiran jika kepemilikan SBN didominasi oleh asing, lantaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pergerakan pasar.

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Ekonom senior Institute for Development for Economics and Finance ( INDEF) Faisal Basri menyoroti utang luar negeri Indonesia yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Menurut dia, saat ini pemerintah terlalu mengobral utang dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang cenderung dikuasai oleh pihak asing dalam mata uang asing.

"SBN dikuasai asing enggak apa-apa, kalau enggak ada gejolak. Yang menjajah kita sekarang pasar dan pasar itu sekarang gonjang-ganjing. Tolong jujur dikit aja, makin lama makin enek kalau liatnya enggak jujur (pemerintah), Indonesia makin obral utang," ucapnya saat diskusi dengan media di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dia mengatakan, ada kehawatiran jika kepemilikan SBN didominasi oleh asing, lantaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pergerakan pasar.

Terlebih disaat pasar mengalami gejolak, dikhawatirkan investor asing keluar dari kepemilikan SBN.

Baca: Beli Vivo V7 Plus yang Berkamera 24 MP dan Dilengkapi Efek Bokeh, Dapat Cashback Rp400 Ribu

Baca: Sampai Akhir Januari 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Naik 10,3 Persen. Ini Rinciannya

"Kalau saran saya, lebih baik perbanyak utang dengan bank dunia, seperti ADB, Jepang, itu jaminan lebih efektif. Tapi kita enggak bisa merdeka, enggak bisa suka-suka pakai anggaran, enggak bisa cawe-cawe," kata Faisal.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Februari 2018, utang pemerintah masih didominasi oleh penerbitan SBN yang mencapai Rp 3.257,26 triliun atau 80,73 persen dari total utang pemerintah.

Penerbitan SBN sekitar Rp 2.359,47 triliun atau 62,62 persen diterbitkan dalam denominasi rupiah serta dalam denominasi valas sebesar Rp 897,78 triliun atau 18,11 persen.

Baca: SUDAH Putus Asa Cari Jodoh, Tetiba Lina dapat Pesan Nyasar dari Pria Tampan yang Kini Jadi Suaminya

Peneliti Indef, Riza Annisa Pujarama mengungkapkan, kepemilikan asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) perlu diwaspadai.

Sebab hal itu akan mampu menimbulkan arus modal keluar (capital outflow).

"Kepemilikan SBN banyak dimiliki asing, ini bahaya apalagi kondisi rupiah sedang terdepresiasi," sebut dia. (kompas.com/Pramdia Arhando Julianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Faisal Basri: Pemerintah Obral Utang, Indonesia Dijajah oleh Pasar"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved