Temuan Mackarel Kaleng Berparasit, Dinkes Bintan Keluarkan Edaran, Minta Swalayan Patuhi Ini

Surat edaran itu ditujukan kepada pemilik usaha baik swalayan, toko dan outlet yang masih memajang produk ikan dalam kaleng mackarel.

Temuan Mackarel Kaleng Berparasit, Dinkes Bintan Keluarkan Edaran, Minta Swalayan Patuhi Ini
tribunbatam/aminnudin
Suasana saat petugas BPOM Batam melakukan pengcekan sarden kaleng merk mackerel di salah satu swalayan di Kijang, Kamis (22/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribunbintan.com, Aminuddin

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN BUYU- Terkait temuan mackarel kaleng yang mengandung parasit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan menerbitkan surat edaran.

Surat edaran itu ditujukan kepada pemilik usaha baik swalayan, toko dan outlet retail yang masih memperjualbelikan atau memajang produk ikan dalam kaleng mackarel.

Pada Senin (19/3/2018), Balai BPOM di Batam resmi merilis hasil pemeriksaan mereka terhadap produk ikan kaleng mackarel.

Berdasarkan uji sampel dan pengujian oleh Balai Besar POM di Pekanbaru, Balai POM di Batam menyatakan, tiga produk mackarel, yakni Farmajeck, IO, dan HOKi terdeteksi mengandung parasit anisakis sp berjenis nemotode.

Parasit tersebut mengidentifikasikan kualitas bahan baku yang tidak baik sehingga beresiko terhadap konsumen yang memiliki sensitivitas alergen.

Baca: Heboh Temuan Cacing di Produk Sarden. BPOM Batam Datangi Sebuah Gudang di Batu Ampar

Baca: Petugas BPOM Batam Ambil Sejumlah Sampel Produk Sarden Untuk Diuji

Baca: Heboh Temuan Sarden Mengandung Cacing Pita. Wakil Wali Kota Batam Minta Disperindag Investigasi

Dinkes Bintan mengeluarkan surat edaran agar masyarakat berhati hati.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved