Rabu, 29 April 2026

Razia Warnet di Bengkong. Banyak Remaja yang Ketakutan dan Sembunyi di Bawah Meja Komputer

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bengkong M Tahir bersama tim kecamatan, Satpol PP, Polsek Bengkong, Koramil Batam Timur, serta LPM.

Penulis: Endra Kaputra |
Razia warnet di Bengkong 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Endra Kaputra

TRIBUNBATAM.id BATAM -Razia warnet yang digelar tim gabungan di wilayah Kecamatan Bengkong, Sabtu (24/3/2018) malam hingga Minggu dinihari mendapatkan hasil yang luar biasa.

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bengkong M Tahir bersama tim kecamatan, Satpol PP, Polsek Bengkong, Koramil Batam Timur, serta LPM.

Dimulai pukul 22.00 WIB, tim menyisir seluruh warnet dari Bengkong Sadai.

Hasilnya mengejutkan, selain puluhan warnet masih buka hingga larut malam, tim gabungan juga menemukan 21 warnet yang tidak memiliki izin atau sudah mati izinya.

"11 warnet memililiki Izin domisili yang telah mati,10 warnet tidak memiliki izin dari BPMSTP dan izin Keramaian dari kepolisian," kata Camat Bengkong, M Tahir usai razia, Minggu dinihari.

Baca: BREAKING NEWS: Tim Gabungan Razia Warnet di Bengkong, Batam. Langsung Dipimpin Camat

Baca: Razia Warnet Bikin Panik! Selain Buka Lewat Ketentuan, Tim Gabungan Juga Temukan Ini

Baca: Ternyata Ada Warnet yang Coba Mengelabui Tim Razia dengan Cara Ini

Selain itu, masih ada beralasan warnet lain yang masih buka dan melanggar ketentuan waktu tutup malam.

Dari pantauan TRIBUNBATAM.ID yang ikut dalam rombongan tersebut, anak-anak remaja terliuhat masih asik bermain game online di warnet-warnet bandel tersebut.

Karena mereka menggunakan headphone saat bermain, mereka tidak sadar dengan kedatangan petugas.

Barulah setelah diuteriaki petugas dengan suara keras, mereka ketakutan.

Mereka pun diminta untuk pulang ke rumah masing-masig, sementara penjaga warnet langsung didata petugas.

Ada kejadian unik, saat salah satu warnet di kawasan Kompleks Ruko Bengkong Mahkota, mencoba mengelabui petugas datang.

Mereka langsung menutup pintu rooling door dan mematikan lampu.

Namun petugas tahu akal-akalan itu dan langsung membuka pintu yang tidak dikunci, lalu menghidupkan lampu.

Saat lampu dihidupkan, terlihat para remaja bersembunyi di bawah meja-meja warnet.

"Siapa yang suruh matikan lampu dan tutup pintu ini? Bagus kalian, ya," ujar salah satu petugas yang marah.

Para pengunjung warnet langsung diruruh keluar oleh petugas dan penjaga warnet kemudian didata.

Para pengelola warnet bandel itu langsung diberikan Surat Peringatan I oleh Camat Bengkong.

Bagi warnet yang perizinannya kadaluarsa atau tidak punya izin, langsung diultimatum untuk mengurus izin.

"Kalau masih bandel sampai pemberian SP3, kita langsung surati Dinas Kominfo untuk ditutup usaha tersebut," ujarnya.

Kapolsek Bengkong, Iptu Erdinal yang ikut serta merazia menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku.

"Kepada pemilik warnet agar menaati aturan, dan ini juga memprihatinkan, karena yang kita dapati banyak masih anak-anak yang masih bermain dimalam hari ini," ujarnya.

Ia juga megigatkan kepada orangtua agar tidak membiarkan anaknya keluyuran malam hari.

"Jangan sampai anak-anak kita di luar kendali orangtua. mereka itu rentan menjadi korban, bahkan pelaku kejahatan," katanya.

Erdinal mengatakan, banyak orangtua yang lalai, dan kemudian baru kaget setelah terjadi masalah.

"Nanti kalau sudah kejadian, baru nangis-nangis atau menyalahkan anak. banyak yang begitu," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved