Akuisisi Uber oleh Grab Bikin Supir Taksi Online Singapura Kelimpungan. Begini Kekhawatiran Mereka

Buntut akusisi Grab terhadap transportasi online Uber mulai menimbulkan kekhawatiran para pengemudi Uber.

Akuisisi Uber oleh Grab Bikin Supir Taksi Online Singapura Kelimpungan. Begini Kekhawatiran Mereka
channel news asia
Aplikasi Uber 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA- Buntut akusisi Grab terhadap transportasi online Uber mulai menimbulkan kekhawatiran para pengemudi Uber.

Dikutip dari Channel NewsAsia, Selasa (27/3/2018), yang dikhawatirkan para pengemudi adalah soal kontrak insentif mereka yang ada di Uber.

Kekhawatiran para pengemudi itu juga sudah disampaikan ke Otoritas Transportasi Darat (LTA) dan Komisi Persaingan Singapura (CCS).

Mervyn Tan, seorang admin grup Facebook yang beranggotakan sekitar 28.000 pengguna Uber dan Grab mengatakan, ia telah melihat banyak pengemudi menanyakan tentang kontrak mereka dengan mitra penyewaan mobil Uber, Lion City Rental.

“Kecemasan nomor satu mereka di atas segalanya adalah uang. Segala sesuatu yang berhubungan dengan uang paling mereka khawatirkan. Apakah mereka akan memiliki pekerjaan setelah 8 April? Apakah mereka bisa keluar dari kontrak? ”kata Tan.

Kekhawatiran itu mencuat kuat pasca-beredarnya berita tentang akuisisi Grab pada Uber, Senin kemarin.

Baca: Grab Resmi Akuisisi Uber. Bagaimana Nasib Supir dan Konsumen? Ini yang Harus Dilakukan Mereka

Baca: Diakusisi Grab, Mulai 8 April Aplikasi Uber tak Bisa Lagi Diakses di Indonesia

Tan menambahkan, dari banyaknya kekhawatiran itu, kemungkinan sejumlah pengemudi terjebak dengan mobil sewaan dan tidak dapat bergabung dengan Grab karena mereka sebelumnya sudah masuk daftar hitam.

Senin malam, operator taksi terbesar di Singapura ComfortDelGro mengirim SMS kepada para pengemudinya untuk menghapus aplikasi Uber di ponsel mereka.

Halaman
123
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved