Minggu, 3 Mei 2026

Pimpinan Cabang BRI Batam Jelaskan Soal Pergantian Kartu ATM: Agar Nasabah Lebih Aman

Penggantian kartu ATM dengan kartu menggunakan chip itu dilakukan sudah sesuai dengan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Pemimpin Cabang BRI Batam Nagoya, Rory Lumban Toruan, di BRI Cabang Nagoya, Senin (26/3) sore. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memang sengaja melakukan disable nasabah untuk melindungi tabungan nasabahnya.

Penggantian kartu ATM dengan menggunakan chip itu dilakukan sudah sesuai dengan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Semua kartu ATM harus memakai chip. Kebetulan, karena kami yang paling siap, maka kami dahulukan. Untuk jumlah kartu, kami yang sangat banyak. Sehingga kami dahulukan dulu ke seluruh nasabah yang terindikasi akan menjadi korban skimmer," ujar Pemimpin Cabang BRI Batam Nagoya, Rory Lumban Toruan, Senin (26/3/2018) sore.

Baca: CEK SEKARANG! Ini Dia 11 Warna Air Kencing dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Baca: Pesawat Amfibi Makin Getol Terbangi Pulau-Pulau Eksotis Indonesia, Bakal Ada Regulasi Khusus

Baca: 293 PNS di Pemko Batam Jalani Pengambilan Sumpah. Ini Pesan Wali Kota Untuk Mereka

Rory mengatakan, sebelumnya BRI sudah memberitahukan melalui sms ataupun pemberitahuan di ATM.

Namun karena keterbatasan sms dan banyaknya jumlah nasabah sehingga informasi disampaikan setelah proses pengamanan tersebut.

"Proses yang kami lakukan pertama adalah mengamankan karena nasabah BRI itu puluhan juta. Yang kami harapkan biar sampai jangan hilang dulu uangnya," kata Rory.

Dalam hal ini, pihak BRI juga meminta maaf telah melakukan disable pada Sabtu dan Minggu.

Baca: Sebanyak 122 Calon Anggota KPU Lolos Ujian CAT. Ini Tes yang Akan Mereka Ikut Selanjutnya

Baca: Nilai Bitcoin Kian Anjlok bahkan Capai 42 %. Iklannya di Twitter Sudah Dilarang, di Google Menyusul

Baca: Dhawiya Zaida Konsumsi Sabu Karena Terobsesi Ingin Kurus? Ini Kata Anak Elvy Sukaesih

Karena hal ini sudah menjadi keputusan bersama di BRI. Nasabah pasti banyak waktu luang untuk mengurusnya dibandingkan dengan hari kerja.

"Banyak juga nasabah yang keberatan. Tapi perbandingan banyaknya seperti apa. Sejauh ini ada 580 orang sejak Sabtu dan Minggu di cabang Nagoya mengganti kartunya," katanya.

Rory mengakui, dengan adanya penggantian kartu nasabah menjadi lebih aman.

Dalam proses penggantian kartu ini tak ada tambahan petugas hanya mengalihkan fungsi. Yang tadinya di back office jadi harus membantu.

"Kami juga menyediakan minuman dan snack ringan untuk nasabah yang lama mengantre. Untuk melepas dahaga mereka," katanya.(rus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved