Haru dan Doa Sambut Kapal Pengangkut 2.000 Ton Beras Indonesia untuk Warga Palestina

Kapal sudah berlabuh di tepi Laut Mediterania dan siap menyalurkan bantuan ke warga Palestina

Haru dan Doa Sambut Kapal Pengangkut 2.000 Ton Beras Indonesia untuk Warga Palestina
tribunnewsbatam/ istimewa
warga Palestina

TRIBUNBATAM.ID - Sejak beberapa hari lalu, Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia mengarungi samudera untuk mencapai Palestina.

Saat ini kapal tersebut sudah berlabuh di tepi Laut Mediterania dan siap menyalurkan bantuan ke warga Muslim yang ada di Palestina

Baca: Tamu Bertakbir Ketika Ulama Mekkah Beri 2 Hadiah untuk Rifdah Farnidah, Juara Hifdzil Quran Dunia

Baca: Sebelum Ceramah, Ustaz Abdul Somad Semringah Berfoto Bareng Bumblebee Transformer

Baca: Di Saat Ayahnya Dikabarkan Punya Istri Ketiga, Putri Opick Bicara Tentang Karma dan Dendam

"Alhamdulillah atas izin Allah, kapal kemanusiaan untuk Palestina telah berlabuh di tepian Laut Mediterania. Menempuh lebih dari 9.000 kilometer, membawa beras amanah Bangsa Indonesia, untuk merespon krisis yang terjadi di Palestina," Anggota ACT Riau, Wahyu,  Jumat (30/3/2018).

Dikatakannya, kapal tersebut mengantarkan 2.000 ton beras tahap pertama yang siap didistribusikan melalui jalur darat menuju Gaza.

"Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, beras Indonesia hadir di Gaza. Mengirim beras, sungguh, tak lebih berat dibanding berbilang tahun bertahan di Gaza. Kita bersyukur, mereka, orang-orang luar biasa ini, tulus mendoakan kita, menyebut kata Indonesia dengan lisannya. Bersama tetesan air mata haru atas sampainya beras Indonesia, di Gaza,"ujar Anggota ACT Riau, Wahyu.

Baca: Rifdah Farnidah, Juara 2 Musabaqah Hifdzil Quran Sedunia, Dijadikan Anak Angkat Ulama Mekkah

Baca: Ternyata Pilihan Tempat Duduk di Pesawat Bisa Ungkap Kepribadianmu yang Tersembunyi, Kamu yang Mana?

Ia menjelaskan, krisis listrik di Palestina yang menyebabkan nyaris seluruh pelayanan dasar lumpuh, menjadi salah satu faktor yang paling pelik bagi warga di sana.

Akses pelayanan kesehatan, air bersih, dan pendidikan yang bergantung pada pasokan listrik kini aksesnya semakin terbatas.

"Setelah bantuan bantuan bahan bakar untuk Rumah Sakit serta Air Bersih untuk Palestina, Kapal Kemanusiaan yang telah berlayar sejak Februari lalu dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya kini membawa kabar yang melegakan, sudah mendekati Jalur Gaza,"ucapnya. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved