Ketua Dewan Pers Langsung Lakukan Proses Verifikasi TRIBUNBATAM.id

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, mengunjungi redaksi TRIBUNBATAM.id, Rabu (4/4/2018) untuk melakukan proses verifikasi.

Ketua Dewan Pers Langsung Lakukan Proses Verifikasi TRIBUNBATAM.id
tribun batam
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, (jaket cokelat) memberikan buku kepada Pemred Tribun Batam Dwie Sudarlan, di sela-sela proses verfikasi faktual portal TRIBUNBATAM.id, Rabu (4/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, mengunjungi redaksi TRIBUNBATAM.id, Rabu (4/4/2018).

Kehadiran orang nomor satu di Dewan Pers tersebut adalah untuk melakukan verfikasi faktual portal TRIBUNBATAM.id.

Selama di redaksi, Yosep berdiskusi dengan Pemimpin Redaksi (pemred) Tribun Batam Dwie Sudarlan dan Wakil Pemred Richard Nainggolan di ruang rapat redaksi.

Dalam diskusi tersebut, Yosep mengaku sampai saat ini masih ada saja wartawan yang mengatasnamakan media untuk melaukan hal yang merugikan orang lain.

"Ada yang datang mengaku KPK atau BNN padahal nama medianya KPK atau BNN itu. Dengar nama KPK atau BNN, tentu saja menjadi takut narasumber yang didatangi oknum itu. Ujungnya jadi pemerasan," katanya.

Setelah berdiskusi, Yosep meninjau ruang kerja tim portal TRIBUNBATAM.id.

Dia mengatakan, dengan verifikasi media, ke depannya tidak ada lagi yang menggunakan nama instansi atau lembaga negara sebagai nama media.

Hal ini agar tidak disalahkan oleh oknum wartawan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

"Banyak pengaduan yang masuk ke kita. Dengan verifikasi ini, Dewan Pers juga akan menjaga nama institusi dan lembaga agar tidak disalahgunakan. Begitu juga dengan nama media yang sudah terverifkasi, juga kita jaga agar nama media tersebut tidak digunakan untuk nama media lain," tegasnya.

Tidak hanya perusahaan pers yang diverifikasi, para awak media pun yakni wartawan sangat perlu diverifikasi melalui sertifikasi.

Untuk mendapatkan sertifikasi wartawan harus mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW).

"Kalau wartawan sudah sertifikasi atau sudah kompeten, Dewan Pers akan melindungi jika terjadi masalah terkait berita. Polisi, tidak bisa langsung memeriksa wartawan. Harus ke Dewan Pers dulu," katanya. (*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved