20 Tahun Menunggu Eksekusi Mati, Akhirnya Asma Dibebaskan. Sedihnya Dia tak Lagi Punya Keluarga

Seorang wanita di Pakistan ini sudah selama 20 tahun menanti eksekusi hukuman mati tapi hukumannya tak kunjung dilakukan.

AFP/ASIF HASSAN
Asma Nawab (36) dituduh membunuh seluruh keluarganya pada 1998 dan dijatuhi hukuman mati. Namun, setelah bandingnya diterima MA Pakistan, Asma dibebaskan pada Kamis (5/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, ISLAMABAD - Seorang wanita di Pakistan ini sudah selama 20 tahun menanti eksekusi hukuman mati.

Hukumannya tak kunjung dilakukan, dia pun dibebaskan pada Kamis (5/4/2018).

Nama wanita itu adalah Asma Nawab. Dia dijatuhi hukuman mati karena dianggap terbukti membunuh keluarganya pada 1998.

Asma baru berusia 16 tahun saat kedua orangtua dan saudara laki-lakinya terbunuh 20 tahun lalu dalam sebuah upaya perampokan di kediaman mereka di kota pelabuhan Karachi.

Terkait pembunuhan itu, Asma Nawab, tunangannya Farhan Ahmed, dan dua orang lainnya ditangkap, diadili kemudian dijatuhi hukuman mati.

Pengadilan menganggap pembunuhan itu terkait dengan rencana pernikahan Asma dan Farhan yang tak direstui kedua orangtua perempuan itu.

Asma tentu saja mengajukan banding, tetapi dengan sistem hukum yang amat buruk dan bertele-tele di Pakistan kasus ini berjalan amat lamban.

Baca: Awalnya Ngobrol Akrab. Benarkah Kompol Fahrizal Eksekusi Mati Adik Iparnya Bermotif Dendam?

Baca: Setelah Dieksekusi Mati 140 Tahun Lalu, Pria Ini Baru Dinyatakan tak Bersalah. Apa Manfaatnya?

Akhirnya pada 2015, kuasa hukum Asma berhasil mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan setelah menggelar sidang selama tiga tahun memutuskan Asma dan tiga orang lainnya dibebaskan.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved