BERSEJARAH! Setelah 25 Tahun, Kapal KM Bukit Raya Akhirnya Sandar di Pelabuhan Letung

Kapal Motor (KM) Bukit Raya akhirnya bisa sandar di Pelabuhan Letung Kecamatan Jemaja, Minggu (8/4/2018) malam

BERSEJARAH! Setelah 25 Tahun, Kapal KM Bukit Raya Akhirnya Sandar di Pelabuhan Letung
TRIBUN/ISTIMEWA
Untuk pertama kalinya, KM Bukit Raya bersandar di Pelabuhan Letung, Anambas, Minggu (8/4/2018) malam setelah 25 tahun bongkar muat di tengah laut 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kapal Motor (KM) Bukit Raya akhirnya bisa sandar di Pelabuhan Letung Kecamatan Jemaja, Minggu (8/4/2018) malam.

Padahal biasanya, KM Bukit Raya biasanya melakukan proses bongkar muat di tengah laut itu.

Setelah ini, KM Bukit Raya dipastikan akan terus sandar di pelabuhan untuk proses bongkar muat barang dan penumpang.

Baca: Begini Syarat dan Prosedur Pemindahan Posisi Meter Air Pelanggan ATB

Baca: FOTO-FOTO Kemeriahan Batam Menari 2018 di Bundaran BP Batam. WOW Banget!

Baca: Gara-gara Insiden Senggolan, Valentino Rossi Kapok Balapan Dekat Marc Marquez

"‎Kalau boleh dibilang, ini merupakan peristiwa bersejarah bagi kami. Bagi kami, kapal ini sudah tidak asing lagi. Banyak kenangan yang kami rasakan selama 25 tahun kapal ini beroperasi melayani kami sebagai masyarakat di perbatasan. Salahsatunya, saat kapal ada di tengah laut," ujar Ketua LAM Kecamatan Jemaja, Ubaidillah.

Ia mengatakan, proses naik turun penumpang dan barang di tengah laut, kerap kali berujung tidak baik.

Kapal kayu yang mencoba sandar di kapal Pelni saat berada di Pulau Jemaja Selasa (6/2/2018). Proses bongkar muat barang serta penumpang sampai saat ini masih dilakukan di tengah laut, meski Pulau Jemaja memiliki dua pelabuhan yang berada di dua kecamatan, masing-masing di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur.
Kapal kayu yang mencoba sandar di kapal Pelni saat berada di Pulau Jemaja Selasa (6/2/2018). Proses bongkar muat barang serta penumpang sampai saat ini masih dilakukan di tengah laut, meski Pulau Jemaja memiliki dua pelabuhan yang berada di dua kecamatan, masing-masing di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. (Ist)

Mulai dari kapal kayu yang menghubungkan penumpang ke kapal yang rusak karena terbentur bagian kapal yang berbahan metal, sampai penumpang yang jatuh ke laut hanya untuk bisa naik ke tangga gantung di sisi samping kapal.

"Mudah-mudahan, ini menjadi momentum baik untuk masyarakat Pulau Jemaja. Tak ada lagi duka bagi penumpang yang ingin naik kapal ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved