Fakta Pahit Diterima Pasangan Pelajar SMP Bantaeng yang Hendak Nikah Dini Ini

Pasangan sejoli siswa SMP yang hendak menikah di usia 14 tahun, akhirnya batal menjadi suami-istri.

Fakta Pahit Diterima Pasangan Pelajar SMP Bantaeng yang Hendak Nikah Dini Ini
Tribun Timur
Pasangan remaja SMP yang hendak menikah di Bantaeng, Sulawesi Selatan 

"Belum ada dispensasi dari pak camat, makanya kami belum menikah hari ini," ujar SY.

Aturan Pernikahan di Bawah Umur

Pernikahan di bawah umur dinilai mempunyai banyak dampak negatif.

Mulai dari kualitas pendidikan kemampuan finansial hingga masalah psikologis membuat pasangan muda rentan kekerasan rumah tangga, hingga perceraian dini.

Tak hanya itu, seorang perempuan remaja dinilai belum siap melahirkan dan mengasuh anak.

Akibatnya, sang calon ibu ini tidak mendapat perhatian sesuai kebutuhan.

Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, syarat-syarat yang wajib dipenuhi calon mempelai sebelum melangsungkan pernikahan adalah menurut Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1974, perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Tak hanya itu, Pasal 6 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974: untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 (duapuluh satu) tahun harus mendapat ijin kedua orangtua.

Jadi dalam UU, ketika dua mempelai, baik pihak laki-laki maupun perempuan, jika belum berusia 21 tahun, kedua mempelai harus mendapat persetujuan dari orangtua.

Jika tidak, maka pernikahan tersebut tetap dilakukan, pernikahan tersebut telah melanggar hukum.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul "Sudah Siapkan Mahar Segini, Fakta Pahit Diterima Pasangan Pelajar SMP Bantaeng yang Hendak Nikah"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved