Masih Trauma, Korban Pencabulan Ayah Tiri di Batuaji akan Dibimbing Polresta Barelang

Dia menyebutkan, korban masih mengalami trauma. Sebab itu, sangat penting diberikan bimbingan.

Masih Trauma, Korban Pencabulan Ayah Tiri di Batuaji akan Dibimbing Polresta Barelang
tribun batam
Fr (47), tersangka pencabulan terhadap anak tirinya saat diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang, Senin (16/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - NJ (14), warga Batuaji, korban pencabulan ayah tirinya selama empat tahun, akan diberikan bimbingan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang Batam.

Hal itu disampaikan Kanit PPA Polresta Barelang Batam, Iptu Yunita Drefani, di sela-sela acara ekspos perkara pencabulan tersebut di Mapolresta Barelang, Rabu (18/4/2018).

Dia menyebutkan, korban masih mengalami trauma. Sebab itu, sangat penting diberikan bimbingan.

Namun begitu, pihaknya masih harus meminta persetujuan pihak keluarga.

"Kita bisa memberikan bimbingan kepada sang korban. Dimana korban juga masih dibawah umur. Tetapi harus menunggu persetujuan keluarganya," katanya.

Baca: Kalau Ibu Saya Dibunuhnya, Saya Tidak Punya Siapa-siapa Lagi. Ayah Saya Sudah Pergi

Baca: Takut Ibunya Dibunuh, Bocah Ini Simpan Derita Dicabuli Ayah Tiri Sejak SD bahkan Saat Ibunya Lahiran

Baca: Capek Pulang Kerja, Ibu Ini Dapati Putrinya Dicabuli. Kelakuan Bejat Suami selama 4 Tahun Terbongkar

Diberitakan sebelumnya, NJ telah mengalami pelecehan seksual dari ayah titinya, Fr (47), sejak dia masih duduk di bangku SD, tepatnya pada 2014 silam.

Kapolresta Barelang Batam Kombes Pol Hengki menyebutkan, kasus ini terbongkar setelah istri korban melaporkan prilaku bejat suaminya pada pertengahan April lalu.

"Ibu kandung korban yang juga sebagai istri pelaku mengetahui hal ini karena anaknya mengadu," katanya, saat ekspos.

Selama ini, korban tidak berani melaporkan kepada ibunya karena sering mendapat ancaman bahwa ibunya akan dibunuh jika dia memberitahu apa yang dilakukan ayah tirinya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 Jo pasal 82 UUD 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun. (dra)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved