Ini Dia Shahid Khan, Tukang Cuci Piring yang Mau Beli Stadion Wembley TUNAI, FA pun Meleleh

Penawaran itu, untuk stadion sebesar 500 juta pound dan kompleks bisnis, termasuk perhotelan di sekitarnya sebesar 300 juta pound.

Ini Dia Shahid Khan, Tukang Cuci Piring yang Mau Beli Stadion Wembley TUNAI, FA pun Meleleh
kolase
Shahid Khan dan Stadion Wembley 

Dalam wawancara dengan Forbes, Khan mengakui, ayahnya adalah sosok yang menjadi inspirasi baginya karena selalu mengajarkan kerendahan hati dan berhemat,

Sejak kecil Khan sudah belajar berbisnis, membuat radio rakitan dan kemudian menjualnya di lingkungan tempat tinggalnya.

Merantau dengan 500 dolar

Khan di lingkungan kawan-kawannya memang terkenal “pelit”, bahkan ridak pernah meminjamkan buku komik secara gratis.

Khan juga suka olah raga karena masa kecilnya juga dihabiskan di Stadion Lahore untuk bermain kriket.

Dasar otak bisnis, ia juga menawarkan jasa menjemur tongkat kriket.

Pada usia 16 tahun dia pindah ke Amerika Serikat untuk belajar teknik mesin di University of Illinois di Champaign-Urbana.

Pindah ke negara adidaya itu, tahun 1976, di kantongnya hanya ada uang 500 dolar.

Takut uangnya habis, karena biaya tempat tinggal 2 dolar semalam, keesokan harinya Khan mencari pekerjaan dan bekerja sebagai pencuci piring kapal yacht yang parkir dengan gaji 1,2 dolar per jam.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved