Breaking News:

Di Mesir Rambut Keritingnya Dianggap Kutukan, Eman pun Hijrah ke Spanyol. Begini Nasibnya Kini

Namanya adalah Eman El-Deeb. Dia seorang perempuan muda Mesir. Dia memutuskan untuk meninggalkan negerinya pada 2016 karena rambutnya.

Editor:
EMAN EL-DEEB
Eman El-Deeb diminta untuk meluruskan rambutnya hampir setiap hari. 

"Di masa kanak-kanak, saya diledek karena rambut saya... Saya selalu meluruskannya," tutur Doaa.

Doaa -seorang teknisi di sebuah perusahaan Amerika- mengaku seorang "kutu buku".

Jadi meskipun menyerah dan kerap meluruskan rambutnya, ia tahu bahwa tindakan tersebut berbahaya dan mulai mengumpulkan informasi tentang cara mengurangi efek samping dari kebiasaan mencatok rambut atau meluruskan rambut.

Ia mengumpulkan banyak informasi dan memutuskan untuk menggunakan semua yang dipelajari supaya bermanfaat bagi orang lain.

Setelah dimulai, grup Hair Addict berkembang bagaikan suatu sekte, tempat para pengikutnya berbagi teknik perawatan rambut dan tak lama kemudian mengambil langkah berani untuk berhenti untuk mencatok sama sekali.

Tantangan bebas catok dimulai pada Juli 2016 dan sejak saat itu menjadi sukses besar.

Tumbuhnya kesadaran

Noran Amr, 32 tahun, telah berhenti mencatok selama setahun dan bulan lalu menghadiri resepsi pernikahan dengan rambut keriting alaminya untuk pertama kali.

"Reaksi orang-orang di pernikahan itu sangat positif. Semuanya berkomentar tentang betapa cantiknya rambut saya."

"Masyarakat kini sudah lebih sadar. Sekarang ada budaya rambut keriting di Mesir."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved