Heboh! Juara OSN Dapat Amplop Kosong Pemkab! Mengejutkan Alasan di Baliknya!

Heboh! Lantaran anggaran Dinas Pendidikan dipangkas, juara OSN di Nunukan terpaksa menerima amploh hadiah tanpa isi alias amplop kosong!

Heboh! Juara OSN Dapat Amplop Kosong Pemkab! Mengejutkan Alasan di Baliknya!
Kompas.com/Sukoco
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid 

TRIBUNBATAM.ID, NUNUKAN-Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid angkat bicara soal kasus amplop kosong yang diberikan kepada pemenang Olimpiade Sains tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2017 lalu.

Seharusnya dalam amplop tersebut diberikan hadiah uang tunai Rp 500.000. Bupati Asmin menyesalkan jika bawahannya di Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tidak melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya.

Baca: Mbak Tutut Mantu, Kehadiran Mayangsari Hebohkan Pesta Pernikahan Cucu Soeharto!

Baca: Terungkap! Inilah 8 Trik Beli Tiket Pesawat Bocoran Orang Dalam! Nomor 2 Paling Mengejutkan!

Baca: Akhirnya Ketahuan! Inilah Hasil Otopsi Kematian 5 Selebritas Dunia! Bruce Lee Paling Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 4 Pertanyaan Dokter Wajib Dijawab saat Berobat! Nomor 4 Paling Mengagetkan!

“Ini mencoreng nama pemerintah, apa lagi ini anak anak berprestasi yang digituin,” ujarnya, Jumat (4/05/2018). Asmin Laura Hafid menambahkan, kasus amplop kosong yang diberikan kepada salah satu

siswa SD berawal dari pemotongan anggaran Dinas Pendidikan yang dilakukan oleh tim anggaran pemeritah daerah tanpa melaporkan hal tersebut kedapa Bupati Nunukan.

Dia mengaku saat ini telah memberikan surat peringatan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan kasus amplop kosong tersebut.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (Kompas.com/Sukoco)

“Saya akan memberikan surat teguran kepada Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Mansyur yang merupakan Kasie Peserta Didik Dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengaku jika ada 5 peserta OSN yang mendapat amplop kosong pada tahun 2017 lalu.

Masing-masing 2 dari SD dan 3 siswa dari SMP. Mansyur mengaku jika kasus amplop kosong telah dilaporkan kepada atasannya karena anggarannya dihapus tim anggaran pemerintah daerah.

“Saya sudah tidak tahu lagi karena bulan 10 (tahun 2017) saya itu dimutasi, jadi saya tidak mengurus lagi itu,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan jika Agus Setiansyah, warga Kabupaten Nunukan, mengeluhkan amplop kosong yang diterima adiknya belum cair hingga setahun sejak diberikan.

Sebagai juara 1 Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2017, pemerintah daerah memberikan uang pembinaan sebesar Rp 500.000 saat upacara Hardiknas. Namun saat amplop dibuka isinya tidak ada alias kosong. Agus kemudian mengeluhkan soal amplop kosong tersebut ke media sosial.(*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved