Rusuh di Mako Brimob

Negosiasi dengan Napi Teroris Alot. Awalnya Sampaikan Hal Sepele, Lalu Minta Bertemu Sosok Ini

Menurut kepolisian, alotnya negosiasi karena permintaan para napi teroris tersebut terus berubah-ubah dan tidak jelas.

Negosiasi dengan Napi Teroris Alot. Awalnya Sampaikan Hal Sepele, Lalu Minta Bertemu Sosok Ini
kolase Tribunnews
Aman Abdurrahman 

TRIBUNBATAM.id, DEPOK - Hampir 24 jam. kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, kelapa Dua, Depok yang terjadi pada Selasa (8/5/2018) malam, masih belum bisa diselesaikan.

Hal ini karena para napi teroris di Blok B can C tersebut memiliki senjata dan menahan seorang anggota polisi.

Anggota kepolisian pun melakukan negosiasi untuk mengindari bertambahnya korban tewas.

Soalnya, dalam bentrokan tersebut, lima petugas polisi dari Densus 88 dan satu orang napi tewas.

Hingga Rabu malam, belum ada tanda-tanda negosiasi berakhir meskipun sudah berlangsung hampi 20 jam.

Menurut kepolisian, alotnya negosiasi karena permintaan para napi teroris tersebut terus berubah-ubah dan tidak jelas.

Polri belum bisa memastikan apa tuntutan utama yang diminta para napi teroris.

"Tuntutan tidak jelas, karena memang asal-usulnya masalah sepele," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mako Brimob.

Menurut polisi, peristiwa itu terjadi karena masalah makanan.

Setelah ada provokasi, kerusuhan semakin meluas.

Baca: Rusuh di Mako Brimob Bertepatan dengan Satu Tahun Ahok Ditahan. Adiknya Curhat

Baca: Senjata yang Dirampas Narapidana Teroris di Mako Brimob Berasal dari Anggota Polisi yang Tewas

Baca: Disebut Provokator Rusuh di Mako Brimob, Napi Teroris Ini Dikenal Sopan Selama Sidang

Baca: 5 Polisi yang Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob adalah Anggota Densus 88

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved