Rusuh di Mako Brimob

WADUH! Ternyata Ada Bayi Baru Lahir yang Ikut Terjebak di Rutan Mako Brimob

Hingga Kamis dinihari, lebih dari 24 jam kerusuhan dan penyanderaan di rutan tersebut, seluruh blok tahanan sudah dikuasai para napi teroris.

WADUH!  Ternyata Ada Bayi Baru Lahir yang Ikut Terjebak di Rutan Mako Brimob
Kompas.com
Suasana di depan Mako Brimob, Rabu tengah malam 

TRIBUNBATAM.id, DEPOK - Suasana di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok semakin mencekam dan tidak terkendali.

Hingga Kamis dinihari, lebih dari 24 jam kerusuhan dan penyanderaan di rutan tersebut, seluruh blok tahanan sudah dikuasai para napi teroris.

Aparat kepolisian tidak bisa masuk ke dalam rutan karena seluruh blok diblokir para napi.

Polisi masih terus mengupayakan negosiasi dengan memberikan telepon seluler kepada para napi bersenjata yang menyandera seorang polisi dan tahanan lainnya.

Baca: BREAKING NEWS. Napi Teroris Kuasai Seluruh Rutan Mako Brimob, Termasuk Tempat Ahok Ditahan

Baca: Polisi Korban Rusuh di Mako Brimob Luka Berat di Sekujur Tubuh, Dianiaya dengan Senjata Tajam

Baca: MENGEJUTKAN! Oposisi Kalahkan Barisan Nasional. Warga Berpesta di Jalanan. Najib Razak Tumbang?

Selain itu, polisi juga sudah mengirimkan 150 paket makanan untuk para napi.

Perkembangan terbaru, ternyata ada seorang bayi yang baru lahir terjebak di dalam Rutan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018) tengah malam kepada wartawan.

Menurut Setyo, bayi itu terjebak bersama ibunya yang merupakan tahanan titipan di Mako Brimob

Polisi terlah berusaha untuk mengeluarkan ibu dan bayinya tersebut, namun mereka tidak mau.

"Tim negosiator nanti yang bekerja. Ini kan secara kemanusiaan, harusnya perempuan kita minta keluar. Tapi kalau mereka nggak mau, maksa di dalam, ya, untuk apa?" kata Setyo.

Setyo menjelaskan bayi itu merupakan anak salah seorang tahanan dan belum lama dilahirkan di rumah sakit.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus mengedepankan negosiasi dengan para teroris, namun hingga berita ini diturunkan, upaya itu masih gagal.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved