Tahun Ini, Penerimaan Murid Baru Sistem Zonasi, Warga Resah Anak Mereka tak Bisa Masuk Negeri

Memasuki tahun ajaran baru, warga Batuaji, Batam, khawatir anak mereka tidak bisa masuk sekolah negeri.

Tahun Ini, Penerimaan Murid Baru Sistem Zonasi, Warga Resah Anak Mereka tak Bisa Masuk Negeri
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Suasana hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Karimun, Senin (3/7/2017). Pada hari pertama sudah melebihi kuota yakni 224 siswa untuk tujuh lokal 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Memasuki tahun ajaran baru, warga Batuaji, Batam, khawatir anak mereka tidak bisa masuk sekolah negeri.

Kekhawatiran itu muncul karena sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan dengan sistem zonasi.

Apalagi, jumlah sekolah tingkat SMP dan SMP di Batuaji sangat terbatas.

"Kalau nanti PPDB dilakukan sistem zonasi berarti anak kami yang mau masuk SMP, terlebih SMA, akan sulit masuk negeri, karena sekolah di tempat kami sangat terbatas,"kata Wahyu Dwita, warga Fanindo Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (11/5/2018).

Dia mencontohkan, warga yang ada di Fanindo, SMP yang dekat adalah SMPN 9 dan SMPN 50. Walau lokasinya berada di seberang jalan perumahan mereka, namun lokasinya sudah masuk kecamatan Sagulung.

Baca: Selama Orangtua Memaksa Anaknya Harus Masuk Negeri, PPDB Akan Terus Bermasalah

Baca: Pungli Marak Selama PPDB, Dewan Minta Tim Saber Pungli Bergerak

Jika nantinya sistem zonasi diterapkan, lanjutnya, mereka harus menyekolahkan anaknya ke SMP 38 yang ada di Perumahan Barelang Tanjunguncang.

"Itupun lokasinya jauh. Kalau tidak diterima di sana, kami harus daftar lagi ke SMPN 11 yang ada di MKGR,"kata Dwi.

Dia juga memaparkan, SMPN 47 yang ada di Simpang Base Camp sangat dekat dengan komplek perumahan mereka, namun sekolah tersebut masuk ke kelurahan Tanjungriau Kecamatan Sekupang.

"Jadi, apakah anak kami harus sekolah jauh, sementara ada sekolah yang sangat dekat, namun terkendala zonasi,"kata Dwi.

Dia berharap pemerintah memikirkan kembali sistem zonasi dalam PPDB yang tinggal beberapa minggu lagi.

Hal senada juga disampaikan Darlan, warga MKGR. Dia  juga khawatir anaknya tidak bisa masuk negeri jika sistem zonasi menjadi syarat masuk sekolah negeri.

"Kita memang sangat dekat dengan SMPN 11 dan SMPN 26, tetapi persoalannya SMPN 26 sudah dua tahun belakangan ditetapkan sebagai sekolah unggulan jadi siswa yang bisa masuk harus memiliki nilai rata - rata 80, kalau anak kita tidak memiliki nilai tersebut sudah jelas tidak bisa masuk,"kata Darlan.

Dia juga berharap pemerintah memikirkan kembali sistem zonasi yang akan diterapkan dalam PPDB tahun 2018 ini. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved