RAMADHAN 1439 H

Renungan Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis - Puasa Ramadan Rasulullah

Rasulullah menyebut Ramadan adalah bulan kesabaran, dan balasannya adalah surga

Renungan Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis - Puasa Ramadan Rasulullah
IST
Ilustrasi berdoa 

Ketika hendak memasuki Ramadan, Rasulullah menyampaikan kotbah pada hari terakhir bulan Sya'ban. "Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa-Nya wajib, dan qiyamul lail-Nya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan ibadah sunnah maka seperti mendekatkan diri dengan ibadah wajib di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan ibadah wajib maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lainnya."

Rasulullah menyebut Ramadan adalah bulan kesabaran, dan balasannya adalah surga. Ramadan adalah bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rezeki orang beriman.

Siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang-orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Perlu mengisi Ramadan dengan berbagai macam ibadah mahdhah (vertikal) seperti menjaga ucapan, organ tubuh dan hati dari maksiat, seraya melaksanakan ibadah yang berefek sosial kemasyarakatan (horizontal/muta'addiyah) seperti berbagi untuk berbuka dan bersedekah.

Tekaf untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan harus dilakukann melalui niat di malam harinya. Berbeda dengan ibadah puasa Sunnah yang bisa diniatkan di pagi hari sebelum masuk waktu zuhur.

Oleh karen itu Rasulullah sangat menganjurkan (sunnah muakkadah) untuk makan sahur dan niat di malam harinya. Rasulullahbersabda, "Bersahurlah kalian, karena sahur mendatangkan barakah." (HR. Ahmad). (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved