Kisah Yunita Dwi Fitri yang Ngaku Nyaris Jadi Teroris: Saya Merasa Di-Brainwash

"Anak-anak muda mesti lebih waspada. Mereka mengincar anak-anak muda. Penampilan mereka biasa saja, tidak mencurigakan," ungkap Yunita

Kisah Yunita Dwi Fitri yang Ngaku Nyaris Jadi Teroris: Saya Merasa Di-Brainwash
BBC
Dua belas tahun silam, Yunita Dwi Fitri mengalami peristiwa yang membuatnya nyaris terjerumus dalam kegiatan sebuah kelompok yang menghalalkan kekerasan 

Dengan alasan yang sama, sejumlah pengguna media sosial lainnya dalam waktu hampir bersamaan juga membuat kesaksian yang relatif sama - pernah dibujuk oleh orang-orang yang menawarkan ideologi kekerasan atas nama Islam.

Sebelumnya, seorang pria bernama Ahmad Faiz Zainuddin, kelahiran 1977, mengaku berhasil menolak bujukan untuk bergabung kelompok Islam radikal.

Perempuan itu enggak pakai jilbab

Pada 2006, saat sibuk menyelesaikan tugas skripsi di sebuah perguruan tinggi di Bandung dan dalam perjalanan ke kampus, Yunita dihampiri seorang perempuan yang mengaku lulusan SMA dan meminta tolong dicarikan pondokan (indekos).

Kebetulan tempat indekosnya ada kamar kosong, Yunita lantas mengajak perempuan itu ke pondokannya.

"Dia enggak pakai jilbab dan awalnya penampilannya tidak mencurigakan," ungkapnya.

Tiba di lokasi pondokan, perempuan itu menolak bertemu pemilik pondokan dan justru minta minum dan duduk di dalam kamar Yunita.

Di sinilah Yunita mulai berpikir "agak aneh" melihat perangai tamunya.

"Suka baca alquran ya?" Sang tamu bertanya pada Yunita saat melihat Alquran dalam kondisi terbuka di meja belajarnya.

Yunita mengiyakan dan mengaku "sedang belajar tafsir Alquran".

Halaman
1234
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved