Wapres AS Pence Peringatkan Kim Jong-un Jangan Permainkan Donald Trump

Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Kim Jong-un agar tidak "mempermainkan" Presiden Donald Trump jika mereka jadi bertemu pada bulan depan.

AP
Wakil Presiden AS dan keluarganya mengunjungi zona militerisasi Korea Utara dan Selatan, Senin (17/4/2017). 

TRIBUNBATAM.id- Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Kim Jong-un agar tidak "mempermainkan" Presiden Donald Trump jika mereka jadi bertemu pada bulan depan.

Pence mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa langkah seperti itu akan menjadi "kesalahan besar" bagi sang pemimpin Korea Utara.

Pence juga mengatakan "tidak diragukan lagi" bahwa Trump bisa saja mundur dari pertemuan tingkat tinggi yang rencananya dilangsungkan pada 12 Juni itu.

Korea Utara telah mengancam untuk membatalkan pertemuan tersebut setelah mendengar komentar dari Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Negeri itu bereaksi dengan amarah ketika Bolton mengatakan bahwa mereka akan mengikuti denuklearisasi "model Libya".

Mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi sepakat dengan negara-negara Barat pada 2003 untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Delapan tahun kemudian, ia terbunuh di tangan kelompok pemberontak yang didukung Barat.

Korea Utara juga marah karena latihan militer AS-Korea Selatan yang dilangsungkan belakangan ini, dan sebagai tanggapannya membatalkan perundingan yang telah direncanakan dengan Selatan.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berencana menemui Trump di Washington pada Selasa (22/05) untuk membicarakan rencana terkait KTT.

"Saya tidak merasa Presiden Trump memikirkan hubungan masyarakat, ia memikirkan perdamaian," kata sang wakil presiden.

Surat kabar New York Times melaporkan pada hari Minggu bahwa Trump meminta saran dari para ajudan dan penasihatnya apakah ia sebaiknya melanjutkan rencana KTT dengan Korea Utara.

Sementara itu, sekelompok jurnalis dari Inggris, AS, Rusia, dan Cina telah diterbangkan ke Korea Utara dari Beijing untuk meliput upacara yang menandai pembongkaran situs uji coba nuklir pada akhir pekan ini.

Waktu tepatnya upacara di situs Punggye-ri belum diumumkan.

Setelah uji coba terakhir di sana pada September, para ilmuwan Cina melaporkan keruntuhan besar yang bisa mengancam stabilitas gunung-gunung di sekitarnya.

Hanya media, bukan pakar dan pengamat, yang dibolehkan menghadiri upacara; dan undangan bagi reporter Korea Selatan ditarik kembali di tengah perselisihan yang terus berlangsung tentang latihan militer dengan AS. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved