Pertemuan Donald Trump-Kim Jong-un Batal, 'Koin Perdamaian' Keduanya Tetap Diburu dengan Mahal

Pertemuan puncak Trump-Kim tidak terjadi, justru melambungkan daya tarik koin yang khusus dibuat sebagai cendera mata peristiwa tersebut.

Pertemuan Donald Trump-Kim Jong-un Batal, 'Koin Perdamaian' Keduanya Tetap Diburu dengan Mahal
AFP PHOTO / STR
Inilah gambar koin yang beredar jelang pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni nanti di Singapura. 

TRIBUNBATAM.id- Pertemuan puncak Trump-Kim tidak terjadi -namun hal ini malah justru melambungkan daya tarik koin yang khusus dibuat sebagai cendera mata peristiwa tersebut.

Cukup membingungkan, bahwa ada dua koin yang dibuat sebagai penanda peristiwa ini.

Namun sorotan utama tertuju kepada koin yang dibuat lembaga komunikasi Gedung Putih, White House Communications Agency (WHCA).

Lembaga ini menyambut meriah pembicaraan antara Presiden Trump dan 'Pemimpin Tertinggi' (Korea Utara) Kim Jong-un.

Koin semacam itu sering diberikan kepada para tamu asing dan diplomat.

Baca: BEREDAR Gambar Koin Damai Donald Trump-Kim Jong-un, Pernyataan Gedung Putih Justru Mengejutkan

Baca: Donald Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura. Inilah Surat yang Dikirim Trump

Baca: Wapres AS Pence Peringatkan Kim Jong-un Jangan Permainkan Donald Trump

Ada lagi koin yang merupakan cendera mata yang tersedia di laman situs toko cendera mata Gedung Putih. Koin ini menampilkan siluet dari Trump, Kim dan Presiden Koresa Selatan Moon Jae-in

Popularitasnya semakin melonjak dan permintaan terus berdatangan ke laman situs itu.

Kamis (24/5) sore kemarin, koin itu ditawarkan dengan harga diskon 19.95 dolar AS (RpRp270.000) turun dari harga sebelumnya yaitu 24.95 dolar AS (Rp350.000) pada Kamis pagi.

Dan, toko cendera mata itu juga menawarkan pengembalian uang apabila KTT tidak terjadi.

Namun disebutkan bahwa, "kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka tetap menginginkan cendera mata pertemuan politik bersejarah ini, terlepas dari apa pun hasilnya."

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved