Breaking News:

Ramadan dan Lebaran 2018

Ramadan, Berada di Lapas Peninggalan Belanda Benteng Pendam Ambarawa Serasa di Pondok Pesantren

Jauh di dalam tembok tua bernama Benteng Willem I atau dikenal sebagai Benteng Pendem, Ambarawa, sayup-sayup terdengar lantunan Al Quran.

Editor:
kompas.com/ syahrul munir
Para narapidana penghuni Lapas Kelas IIa Ambarawa, Jawa Tengah menghabiskan waktu selama Ramadhan dengan bertadarus Al Quran. 

Apalagi di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan maghfirah (pengampunan) ini, Budi ingin memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik dan beramal salih.

"Saya dulu terjerat kasus korupsi. Terkadang dalam tadarus ini meski tak tahu artinya, saya seperti sedang meratapi dosa," tuntasnya.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Maskuri, mengatakan, penghuni Lapas Ambarawa sebanyak 431 orang.

Terdiri dari 385 narapidana muslim, 44 narapidana nasrani dan 2 orang narapidana beragama Budha.

"Mengaji menjadi salah satu syarat untuk asimilasi bagi narapidana. Kegiatan ini kami gelar secara bergiliran," kata Maskuri.

Ia menjelaskan, upaya pembinaan yang dilakukan kepada para penghuni Lapas Ambarawa ini dilakukan dengan dua pendekatan, yakni melalui pembinaan rohani dan pelatihan keterampilan.

Khusus untuk narapidana yang beragama Islam, pada bulan Ramadhan ini diwajibkan untuk puasa.

"Jadi kami atur pembagian makannya, yaitu jam dua sampai setengah tiga untuk sahur dan menjelang buka puasa. Khusus untuk buka puasa, kami berikan ekstra puding," ujarnya.

Ketua Panitia Ramadhan Lapas Ambarawa, Brilian (31), menambahkan, tema Ramadan kali ini adalah

"Saatnya lakukan tobat sebelum ajal menjerat, segera lakukan salat".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved