Mahathir Batalkan Pembangunan Kereta Cepat Singapura-Kualalumpur, Begini Respon Negeri Merlion

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari dua negara tetangga Batam yakni Singapura dan Malaysia.

Mahathir Batalkan Pembangunan Kereta Cepat Singapura-Kualalumpur, Begini Respon Negeri Merlion
kolase/the straits times
Keretaapi Cepat Malaysia Singapura 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA- Kabar yang cukup mengejutkan datang dari dua negara tetangga Batam yakni Singapura dan Malaysia.

Kemarin, Senin (28/5/2018), Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan akan membatalkan rencana ambisius membangun jaringan kereta api cepat atau high speed rail (HSR) Singapura-Kuala Lumpur.

Rencana ini diambil Mahathir untuk mengatasi masalah finansial yang kini mencengkeram Malaysia.

Menanggapi keputusan besar Malaysia tersebut, Menteri Transportasi Singapura pada hari yang sama mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Malaysia mengenai rencana tersebut.

Baca: Mahathir Pangkas Anggaran Besar-besaran, Rel Kereta Api Cepat Malaysia-Singapura Jadi Korban

Baca: Mahathir Dinominasikan Jadi Peraih Nobel Perdamaian, Dalam Sehari Petisinya Didukung 51 Ribu Orang

Baca: Mahathir Potong Gajinya dan Para Menteri 10 % tapi Dianggap tak Selesaikan Masalah, Hanya Pencitraan

"Kami telah setuju untuk melanjutkan proyek HSR berdasarkan manfaat dan kewajiban bersama yang ditetapkan dalam perjanjian bilateral HSR. Kami akan menunggu komunikasi resmi dari Malaysia,"demikian dikutip TRIBUNBATAM.id dari ChannelNewsAsia, Selasa (29/5/2018).

Mahathir memang telah beberapa kali dalam beberapa hari terakhir mengatakan bahwa pemerintahnya akan meninjau perjanjian yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Najib Razak.

Peninjauan tersebut, termasuk proyek HSR, untuk memangkas utang yang besarnya lebih dari RM 1 trliun, berdasarkan laporan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada hari Senin, Mahathir mengatakan bahwa proyek HSR yang ditandatangani kedua negara pada Desember 2016 lalu, bisa membuat Malaysia jatuh.

Sehingga, membatalkan proyek tersebut merupakan langkah yang dapat menghindarkan Malaysia dari "bangkrut".

"Kami perlu menyingkirkan beberapa proyek yang tidak perlu, misalnya kereta api berkecepatan tinggi, yang akan menghabiskan biaya RM110 miliar dan tidak akan menghasilkan satu sen pun," kata Mahathir.

Stasiun kereta cepat Singapura-Malaysia.
Stasiun kereta cepat Singapura-Malaysia. (MYHSR CORPORATION SDN. BHD)

Ini terlepas dari laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa hubungan kereta api diperkirakan akan menyumbang RM21 miliar dalam produk domestik bruto ke Malaysia dan Singapura, serta menciptakan 111.000 pekerjaan pada tahun 2060.

Mahathir telah mengakui bahwa melanggar perjanjian itu akan merugikan Malaysia.

Mahathir sebelumnya mengatakan bahwa Malaysia akan melihat bagaimana keputusan itu dapat mengurangi biaya dari proyek HSR, dan akan membahas masalah ini dengan Singapura(ChannelNewsAsia)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved