Bertemu Presiden 3 Menit, Jadi Rajagukguk Sampaikan Soal Batam. Ini Jawaban Jokowi

Kadin juga sudah menyampaikan surat keberatan, termasuk deklarasi asosiasi/ himpunan dunia usaha dan UMKM Batam

Bertemu Presiden 3 Menit, Jadi Rajagukguk Sampaikan Soal Batam. Ini Jawaban Jokowi
dok pribadi
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk saat bertemu Presiden Joko Widodo dalam ITE ICE di Bumi Serpong Damai, Banten, 11 Oktober 2017. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk mengaku bertemu dan sempat mengobrol dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar 3 menit.

Dalam kesempatan singkat itu, Jadi mengatakan, menyampaikan perkembangan terkait Batam.

"Presiden Jokowi tersenyum kita laporkan perkembangan terkait Batam," kata Jadi Rajagukguk, terkait tatap muka langsung dengan Presiden Senin (4/6) malam di Ballroom Hotel Raffles Jakarta.

Baca: VIDEO Pantauan Arus Lalu Lintas di Simpang Gelael, Sei Panas, Selasa Pagi

Baca: Banyak Warga Batam Urus Surat Pindah Sekolah. Dinas Pendidikan Batam Duga Ini Penyebabnya

Baca: 4 Sekolah di Batam Ini Tak Terapkan Sistem Zonasi. Calon Siswa Boleh dari Mana Saja. Ini Syaratnya

Jadi mengatakan, saat itu menghadiri kegiatan buka puasa Kadin se-Indonesia bersama Presiden Jokowi dan menteri kabinet.

Kesempatan itu tidak ia disia-siakannya untuk menyampaikan aspirasi dari Kadin Batam dan Kadin Kepri terkait suara keberatan asosiasi/himpunan dunia usaha, Batam soal transformasi dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sebelumnya, Kadin juga sudah menyampaikan surat keberatan, termasuk deklarasi asosiasi/ himpunan dunia usaha dan UMKM Batam.

"Tidak ada sesi tanya jawab saat itu. Selesai sesi foto, saya bicara dengan Pak Darmin Nasution (Menko Perekonomian). Kemudian saya mendekat ke Presiden, saya sampaikan bahwa saya dari Kadin Batam dan ingin melaporkan kondisi ekonomi Batam. Saya langsung diajak mendekat," kata Jadi kepada Tribun.

Dikatakan, terhadap persoalan Batam saat ini, Presiden Jokowi menekankan tidak akan buru- buru mengambil keputusan.

Selain itu juga akan memperhatikan masukan dan aspirasi dari masyarakat pelaku usaha dan UMKM Batam.

Baca: Ada 4 Warga Batam dari 14 WNI yang Ditangkap Malaysia dalam Kasus Perompakan

Baca: Jerman Umumkan Skuat Resmi Piala Dunia 2018. Kenapa Leroy Sane Dicoret?

Baca: Suka Main Game di Ponsel? Anda Layak Punya Asus ROG Phone. Dibekali RAM 8 GB

"Pak Presiden akan mempertimbangkan dan memperhatikan segala dampak sebelum diputuskan. Jika KEK tidak berdampak pada masyarakat dunia usaha dan UMKM, maka akan menjadi bahan pertimbangan Pak Presiden," ujarnya.

Begitu juga dengan FTZ. Jika FTZ dapat menumbuhkembangkan dunia usaha dan UMKM, akan dipertimbangkan kembali kemungkinan FTZ akan dilanjutkan dan diberikan tambahan fasilitas dan insentif.

"Pak Presiden sambil tersenyum menyampaikan akan memperhatikan Batam sebagai gugus depan RI. Sebagai gugus depan RI, Batam harus dijaga baik-baik oleh negara. Harus siap bersaing dengan negara luar," kata Jadi yang juga menjadi Wakil Sekretaris Tim FTZ Plus Plus Batam (revitalisasi dan optimalisasi FTZ).

Pembicaraan Jadi dengan Presiden tak berlangsung lama. Hanya lebih kurang 3 menit.

Ia justru berbicara agak panjang dengan Menko Darmin yang juga Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

"Kalau dengan Pak Darmin lama. Bisa 15-20 menit," ujarnya.(wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved