Jarak Bumi dengan Bulan Semakin Jauh, Diperkirakan Satu Hari Bisa Lebih dari 24 Jam

Gerakan bulan yang menjauhi Bumi ini bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Jarak Bumi dengan Bulan Semakin Jauh, Diperkirakan Satu Hari Bisa Lebih dari 24 Jam
youtube
Bumi dan bulan 

"Kami ingin bisa mempelajari batuan yang berusia miliaran tahun dengan cara yang sebanding dengan cara kami mempelajari proses geologi modern," sambungnya.

Seperti yang telah banyak diketahui, setiap benda di tata surya mempunyai medan gravitasi yang mempengaruhi benda langit di dekatnya.

Variasi ini disebut siklus Milankovitch yang bahkan dapat mempengaruhi lingkungan Bumi.

Baca: Jelang KTT Trump-Kim di Singapura, Pebisnis dan Wisman Mulai Khawatir Apakah Sentosa Tetap Buka?

Baca: Presiden Filipina Sudah Tetapkan 15 Juni sebagai Hari Libur Nasional Idulfitri

Itu karena variasi ini mempengaruhi bagaimana sinar matahari didistribusikan di Bumi.

Dirangkum dari Newsweek, Selasa (5/6/2018), dengan metode ini, para peneliti dapat mengevaluasi rotasi Bumi dan orbitnya di sekitar matahari dengan lebih baik.

Para peneliti juga menggunakannya untuk memperkirakan jarak ruang terjadi antara Bumi dan bulan dari waktu ke waktu.

Tepatnya, bulan bergerak menjauh sekitar 3,82 sentimeter dalam setahun.

Mungkin angka ini hanya memiliki efek yang kecil, tapi cukup terukur pada gerakan Bumi.

Gerakan bulan yang menjauhi Bumi ini bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Artinya, bulan masih terus menjauhi Bumi dan membuat waktu dalam satu hari di Bumi makin panjang.

Dirangkum dari Yahoo News, para peneliti mengatakan, dalam 200 juta tahun mendatang, waktu sehari di Bumi adalah 25 jam. (kompas.com/Resa Eka Ayu Sartika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jarak Bumi dan Bulan Kian Jauh, Ini Efeknya Bagi Waktu"

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved