Demi Ekstradisi Pembunuh 'Kekasih' Najib Razak dari Australia, Malaysia akan Cabut Hukuman Matinya

Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pihaknya bisa mencabut hukuman mati atas Sirul Azhar Umar.

Demi Ekstradisi Pembunuh 'Kekasih' Najib Razak dari Australia, Malaysia akan Cabut Hukuman Matinya
Altantuya Shaariibuu 

TRIBUNBATAM.id, KUALALUMPUR- Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pihaknya bisa mencabut hukuman mati atas Sirul Azhar Umar.

Sirul Azhar adalah boron yang telah dinyatakan bersalah dalam pembunuhan model Mongolian Altantuya Shaariibuu pada 2006. Dia saat ini berada di Australia.

Langkah yang akan dilakukan Mahathir merupakan upaya memfasilitasi ekstradisi Sirul dari Australia.

"Sirul tidak dapat kembali ke Malaysia karena Australia tidak akan mengizinkan seseorang yang menghadapi hukuman mati untuk pulang ke negaranya,"kata Mahathir dalam konferensi pers, Jumat (8/6/2018), seperti dikutip TRIBUNBATAM.id dari ChannelNewsAsia.

"Kami mungkin mencabut hukuman mati, tetapi menggantinya dengan hukuman penjara," katanya lagi.

Namun demikian, Malaysia belum meminta Australia secara resmi untuk mengekstradisi Sirul.

Pernyataan Mahathir datang di tengah laporan bahwa pihak berwenang Australia telah menyetujui permintaan dari Malaysia untuk mengekstradisi Sirul.

Menurut laporan di Guardian, pemerintah Malaysia telah mendekati Australia untuk meminta Sirul.

Baca: Anwar Ibrahim Beberkan Keterlibatan Australia di Skandal Dugaan Korupsi Pemerintahan Najib Razak

Baca: Keluarga Mendiang Model asal Belanda Ivana Smith yang Tewas di Malaysia Tawarkan Hadiah Rp700 Juta

Satu dari dua pengawal polisi yang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan model dan penerjemah Mongolian Altantuya Shaariibuu, diizinkan untuk kembali ke negara itu.

Australia dilaporkan memberi lampu hijau setelah Malaysia setuju untuk menutup biaya, dan Sirul diperkirakan akan berangkat ke negara asalnya dalam waktu satu bulan.

Ini terjadi sekitar seminggu setelah pemimpin de facto Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim meminta Canberra untuk mengembalikan Sirul sehingga persidangan "transparan" dapat dilanjutkan.

Sebelumnya Sirul telah mengklaim bahwa dia diperintahkan oleh "orang-orang penting" untuk membunuh Altantuya pada tahun 2006.

Korban diduga telah menjadi kekasih Abdul Razak - mantan rekan dekat Najib yang sekarang digulingkan.

Dia dituduh mengatur suap untuk pembelian kapal selam Perancis pada tahun 2002.

Para penentang pemerintah Najib telah lama menuduh Sirul dan kaki tangannya, Azilah Hadri adalah kambing hitam dalam pembunuhan itu untuk menyembunyikan keterlibatan Razak. (ChanneNewsAsia)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved