Laporan Tembus ke Kemenkopolhukam, Diskominfo Anambas Klaim Sinyal Kembali Normal

‎Layanan telekomunikasi yang menjadi keluhan pada sejumlah titik di Anambas diklaim telah kembali normal

Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Layanan telekomunikasi yang menjadi keluhan pada sejumlah titik di Anambas diklaim telah kembali normal.

Jeprizal, Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan,

pihak provider akhirnya mengupgrade kembali layanan akses telekomunikasi seperti di Letung Pulau Jemaja, Kecamatan Siantan Tengah, dan area di sekitar Desa Tebang Kecamatan Palmatak.

Baca: Inilah Senjata Tercanggih Buruan Angkatan Laut se-Dunia, Andalkan Kekuatan Elektromagnetik!

Baca: Heboh! Setelah Layang-layang, Kondom Terbang Bikinan Palestina Bikin Israel Panik!

Baca: Inilah Misteri Pembunuhan PSK Nomor 1 di China! Terungkap: Ponselnya Penuh Kontak Pejabat Tinggi!

Baca: Heboh! Terima Kado dari Istri, Pria Ini Menangis. Isinya Sudah Mereka Tunggu 5 Tahun!

"Sudah dikembalikan. Informasi ini kami peroleh dari manager network provider tersebut untuk area Kepri. Sebelumnya kan sempat di downgrade.

Sekitar tiga bulan lebih kurang," ujarnya Jumat (22/6/2018). ‎Ia mengatakan, menurunnya kualitas layanan telekomunikasi ini pun, tidak hanya disampaikan kepada pihak provider saja.

Surat yang ditujukan kepada Kementrian Koordinator Politik, hukum dan keamanan Republik Indonesia pun, diakui Jeprizal dilakukan karena persoalan layanan telekomunikasi di perbatasan ini merupakan persoalan sosial.

Ia pun kurang mengetahui secara pasti alasan pihak provider menurunkan kualitas layanan pada sejumlah titik tersebut.

Ia hanya mendapat informasi kalau ada hal yang berkenaan dari sisi operasional untuk menyewa V-Sat Natuna dan Anambas.

"Informasi yang saya dapat seperti itu. Pada intinya, banyak pihak juga yang sudah membantu sehinga layanan telekomunikasi ini kembali normal. Karena banyak juga masyarakat yang mengeluh sinyal kok jadi susah," bebernya.

‎Meski sejumlah lokasi diklaim layanan telekomunikasinya telah berjalan dengan normal, namun Jeprizal tidak mengelak kalau masih ada sejumlah titik yang layanan telekomunikasinya masih terbilang lemah.

4 Tips Meningkatkan Sinyal WiFi yang Lemah, Buruan Dicoba!

Langkah dengan mengusulkan ke Kementrian pun, coba dilakukan untuk merealisasikan dengan menggunakan program Universal Service Obligation (USO).

Layanan kewajiban pelayanan universal kepada publik ini, diketahui telah dirasakan oleh Anambas dengan dibangun sepuluh Base Tranceiver Station (BTS) pada sejumlah desa di Anambas.

"Memang masih ada sejumlah titik yang kategorinya masih lemah. Artinya, bisa melakukan panggilan telepon tetapi hanya di titik-titik tertentu saja, seperti pelabuhan misalnya.

Kami coba usulkan ke Kementrian. Seperti sepuluh BTS USO yang telah dibangun, tiga diantaranya sudah diambil alih oleh provider.

Mungkin karena pertimbangan dan kajian ekonomi mereka sudah masuk seperti pemukiman penduduk yang sudah padat," ungkapnya. (*)

Penulis: Tyan
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved