Breaking News:

Historia

Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Selama beberapa tahun, Mata Hari menjadi selebriti di kota tersebut sebagai penari eksotis. Hingga jatuhlah Perang Dunia I pada 1914

Editor:
Sfreporter
Sosok Mata Hari di film dokumenter The Naked Spy 

TRIBUNBATAM.ID-Kisah mengenai perempuan ini pernah dituliskan Remy Sylado dengan judul Namaku Mata Hari, sama dengan nama panggungnya: Mata Hari.

Berlatar pada akhir 1870-an hingga awal 1900.

Mata Hari bernama asli Margaretha Zelle, digambarkan sebagai perempuan kuat, cantik, dan memesona.

Ia lahir dari pasangan pembuat topi asal Belanda, Adam Zelle dan istri seorang keturunan Belanda-Jawa, Antje van der Meulen pada 1876.

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Baca: BREAKINGNEWS: Tim Saber Pungli Polresta Ciduk Kepala SMPN 10 Batam di Kantor Disdik

Sosok Mata Hari di film dokumenter The Naked Spy
Sosok Mata Hari di film dokumenter The Naked Spy (Sfreporter)

Baca: Inilah Kisah Sepatu di Balik Kemenangan Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter U-20

Baca: Prabowo-SBY Bakal Bertemu Pekan Ini, Sekjen Demokrat Janjikan Ada Kejutan

Sayang pada awal kisah romansanya, ia bertemu dengan Rudolf MacLeod—Kapten di Hindia Belanda (Indonesia) yang kerap berselingkuh dan menyiksanya.

Dari MacLeod, ia memiliki dua anak, satu lelaki dan satu perempuan.

Si sulung lelaki, yang lahir dengan kekurangan fisik, tidak berumur panjang. Sementara si bungsu dititipkan pada pihak keluarga pascaperceraian kedua orangtuanya.

Margaretha kemudian menuju Paris, mengubah nama menjadi " Mata Hari". Bahasa yang tentu asing bagi warga setempat, namun menambah kesan misterius dari tari panggungnya.

Selama beberapa tahun, Mata Hari menjadi selebriti di kota tersebut sebagai penari eksotis. Hingga jatuhlah Perang Dunia I pada 1914.

Pecahnya PD I disambut warga Eropa dengan bergembira, bukannya takut.

Sikap ini muncul karena didorong sikap nasionalistik, mereka mengira perang akan berlangsung singkat dan mengalami kejayaan.

Mata Hari saat berpose di Paris
Mata Hari saat berpose di Paris ()

Dalam True Spy Stories karangan Paul Dowswell dan Fergus Fleming, Mata Hari dikatakan bosan dengan kondisi perang.

Sebabnya, selama dua tahun, ia tidak bisa bebas melakukan apa-apa. Hanya diam di rumahnya di Belanda sebagai tempat netral.

Hingga akhirnya munculah Karl Kramer, atase pers Konsulat Jerman di Belanda. Kramer meminta Mata Hari kembali ke Paris, Prancis, negara yang tidak lain adalah musuh Jerman.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Tags
Mata Hari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved