Kasus Dinsos Karimun, Senin Depan PN Tanjungpinang Sidangkan Indra-Ardiansyah

Kejari Karimun telah melimpahkan berkas persidangan kasus Dinsos Karimun ke PN Tanjungpinang. Jaksa siapkan dakwaan setebal 70 halaman

Kasus Dinsos Karimun, Senin Depan PN Tanjungpinang Sidangkan Indra-Ardiansyah
tribunbatam/elhadif putra
Ilustrasi Indra Gunawan (kemeja biru lunak) digiring ke sel tahanan Polres Karimun, Rabu (16/5/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Proses hukum kasus dugaan korupsi dana administrasi dan dana umum (Adum) Dinas Sosial Kabupaten Karimun tahun 2016 terus bergulir.

Kejaksaan Negeri Karimun telah melimpahkan kasus yang menyeret mantan Kadinsos Kabupaten Karimun, Indra Gunawan dan bendaharanya Ardiansyah itu pada Senin (16/7) ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Baca: Ini Kisah Nyata di Lampung! Fenomena Pria Lampung yang Disewa untuk Menjadi Pengantin

Baca: Motif di Balik Kasus Supartini Mulai Terkuak, Gumpalan di Perut Korban Jadi Petunjuk

Baca: Terungkap! Inilah Artinya Jika Ayam Jago Berkokok Tengah Malam. Ada Penjelasan Soal Berahi

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

"Kita sudah limpahkan Indra Gunawan sama Ardiansyah Senin kemarin. Sekarang mereka sudah di Tanjungpinang. Kondisi mereka saat ini baik," kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Karimun, Kicky Arianto, Rabu (18/7/2018).

Kicky menyebutkan, kasus yang telah diungkap Unit Tipikor Satreskrim Polres Karimun tersebut akan mulai disidangkan pada Senin (23/7/2018). Dalam kasus ini sebanyak 42 saksi telah dimintai keterangan, yang empat diantaranya adalah saksi ahli.

"Saksi ahli ada dari BPKP, ahli korupsi, ahli dari kemendagri dan ahli keuangan. Prosesnya cukup panjang karena tiga tahun anggaran. Barang buktinya sembilan boks berkas dan untuk dakwaannya saja 78 halaman," tambahnya.

Untuk saat ini pihak kejaksaan baru melimpahkan kedua tersangka. Sementara untuk barang bukti berupa dokumen, dua unit mobil milik tersangka serta barang bukti lainnya baru akan dibawa ketika masa persidangan.

"Karena barang buktinya banyak nanti akan menyusul sebelum digelar sidang," jelas Kicky.

Hingga kasus ini dilimpahkan, lanjut Kicky, belum ada pernyataan kedua tersangka untuk mengembalikan kerugian negara yang menurut perhitungan BPKP mencapai Rp 3 miliar lebih. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved