Sebaiknya Anda Tahu

Kapal Pengangkut Emas Senilai Rp 1.600 Triliun Sengaja Ditenggelamkan Ketemu, Begini Emasnya!

Tim pencari harta karun asal Korea Selatan menemukan bangkai kapal perang Rusia Dmitrii Donskoi yang tenggelam 113 tahun lalu

Kapal Pengangkut Emas Senilai Rp 1.600 Triliun Sengaja Ditenggelamkan Ketemu, Begini Emasnya!
Courtesy of the Asia-Pacific Center for Theoretical Physics
Foto Kapal Perang Dmitrii Donskoi yang tak diketahui kapan diambil 

TRIBUNBATAM.ID-Tim pencari harta karun asal Korea Selatan menemukan bangkai kapal perang Rusia Dmitrii Donskoi yang tenggelam 113 tahun lalu.

Kapal perang Dmitrii Donskoi ini diyakini membawa pasokan emas untuk kebutuhan perang Soviet saat tenggelam.

Menurut catatan sejarah, kapal itu ditinggalkan di perairan Pulau Ulluengdo pada 1905, agar tidak jatuh ke tangan Jepang menyusul pertempuran Tsushima dalam Perang Rusia-Jepang saat itu.

Baca: Ini Kisah Nyata di Lampung! Fenomena Pria Lampung yang Disewa untuk Menjadi Pengantin

Baca: Terungkap! Inilah Artinya Jika Ayam Jago Berkokok Tengah Malam. Ada Penjelasan Soal Berahi

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Inilah Kesalahan Besar Pengemudi Mobil Matik yang Sering Disepelekan! Simak Baik-baik

Seluruh emas yang dibawa Dmitrii Donskoi saat ini ditaksir bernilai 113 miliar dolar atau sekitar Rp 1.600 triliun.

Para penyelam Shinil Group telah mencari reruntuhan kapal ini selama beberapa tahun dan akhirnya menemukan lokasi kapal itu pada Sabtu (14/7/2018).

Kapal itu tenggelam di kedalaman 434 meter sekitar 1,6 kilometer dari pantai Pulau Ulluengdo.

Tim pencari memastikan reruntuhan kapal itu adalah Dmitrii Donskoi karena bentuk layar dan tiang-tiangnya sama dengan kapal yang hilang.

Kapal Rusia itu memiliki tiga tiang layar, dua cerobong asap, serta menggunakan tenaga angin dan uap untuk berlayar.

Kepastian berikutnya diperoleh sehari setelah penemuan itu setelah ditemukan nama kapal yang ditulis dalam huruf Cyrillic di buritannya.

Para penyelam mengatakan, kondisi buritan kapal amat buruk, begitu pula lambungnya yang terbelah.

Namun, sebagian besar dek atasnya masih utuh.

Lapisan baja di lambung kapal masih dalam kondisi cukup bagus sementara meriam, senapan mesin, jangkar, dan kemudi masih berada di tempatnya masing-masing.

Sementara itu, kotak-kotak besi dalam jumlah besar ditemukan di ruang penyimpanan.

Diduga kuat kotak-kotak besi itu berisi emas, meski para penyelam belum berhasil membukanya.

Kini operasi pengangkatan bangkai kapal itu dari dasar laut sedang dikerjakan bersama perusahaan dari China, Kanada, dan Inggris.

Shinil Group yakin terdapat setidaknya 200 ton emas di kapal itu yang kini bernilai lebih dari Rp 1.600 triliun.

Jika perkiraan ini benar, maka Shinil Group harus mendonasikan 10 persen hasil temuan itu untuk membantu pembangunan Pulau Ulluengdo yang nyaris tak berpenduduk.

Meski, pulau ini merupakan daerah tujuan wisata penting di Korea Selatan.

Sedangkan 10 persen lainnya harus diberikan kepada pemerintah Rusia sebagai pemilik kapal.

Uang itu nantinya akan digunakan untuk membangun sejumlah proyek seperti jalur kereta api yang menghubungkan Korea Selatan dan Rusia dengan melintasi Korea Utara.

Foto Kapal Perang Dmitrii Donskoi yang tak diketahui kapan diambil
Foto Kapal Perang Dmitrii Donskoi yang tak diketahui kapan diambil (Courtesy of the Asia-Pacific Center for Theoretical Physics.)

Pertempuran Tsushima

Dmitrii Donskoi selesai dibangun pada 1883 dan menghabiskan sebagian besar masa tugasnya di Laut Tengah sebelum bergabung dengan Skuadron Kedua Pasifik AL Rusia pada 1904, setelah sebagian besar kekuatan pasukan Rusia Timur Jauh dihancurkan Jepang.

Kapal ini bertugas mengawal kapal angkut dan berada di bagian belakang konvoi saat dicegat armada Jepang yang lebih besar pada Mei 1905.

Pencegatan itulah yang kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Pertempuran Tsushima yang berujung kekalahan Rusia.

Saat itu, sebanyak 21 dari 28 kapal Rusia tenggelam dan menewaskan 4.500 tentara.

Sementara Jepang hanya kehilangan 3 kapal dan 117 tentara tewas.

Dmitrii Donskoi berhasil menyingkir dari pertempuran itu meski rusak parah.

Kapal itu berusaha berlayar menuju pelabuhan Vladivostok, Rusia.

Namun, sebelum tiba di kota pelabuhan itu, kapal-kapal perang kembali mencegat dan menembaki Dmitrii Donskoi.

Akibatnya 60 orang kru tewas dan 120 lainnya terluka, termasuk Kapten Ivan Lebedev yang kemudian memerintahkan untuk buang sauh di lepas pantai Ulluengdo dan membawa pasukannya ke darat.

Sehari kemudian kapal itu ditenggelamkan agar tak jatuh ke tangan Jepang.

Sementara Kapten Lebedev akhirnya meninggal dunia karena lukanya yang terlalu parah. (Kompas.com)

Editor:
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved