Harga Telur Ayam Meroket

Satgas Pangan Polda Kepri Selidiki Kenaikkan Harga Telur Ayam

Tingginya harga telur ayam Buras belakangan ini menjadi atensi Satuan Tugas Pangan Polda Kepri

Satgas Pangan Polda Kepri Selidiki Kenaikkan Harga Telur Ayam
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Telur Ayam 

TRIBUNBATAM.id, Batam -  Tingginya harga telur ayam Buras menjadi atensi Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kepri.

Ketua Satgas Pangan Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan, sudah memerintahkan jajarannya untuk bergerak dan memonitoring fenomena kenaikan harga telur ayam di pasar-pasar dan ritel yang ada di Kota Batam.

Baca: Sudah Sepekan Harga Telur Naik. Ibu Rumah Tangga Mengeluh: Harga Telur Lebih Mahal dari Ayam

Baca: Harga Jual Telur Melonjak, Peternak Bintan Diminta Tidak Lepas Telur ke Batam

Baca: Produksi Ayam Petelur Minim Bikin Harga Telur Melonjak Sepekan Terakhir

"Tadi pagi sudah saya suruh anggota cek ke lapangan, apa yang menjadi penyebabnya," kata Rustam, Jumat (20/7/2018).

Rustam mengatakan, apabila terdapat oknum-oknum yang secara sengaja menimbun telur ataupun bahan pokok (sembako) lainnya atau secara sengaja menaikkan harga bahan pokok, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak.

"Kami akan kenakan sanksi. Makanya tadi pagi saya minta anggota memastikan," ujarnya.

Dikatakan Rustam, fenomena kenaikan harga telur ini akan lebih dulu dilakukan pemantauan dan diselidiki.

Apakah karena kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga atau memang ada oknum yang bermain.

Satgas Pangan Polda Kepri kata Rustam, akan memantau pergerakan pasar dan harga bahan pokok lainnya, serta intensif menjalin koordinasi dengan instansi-instansi terkait, seperti Bulog, Disperindag, dan BPOM.

"Karena memang skala besar bahan pangan di Batam mengandalkan suplai dari luar daerah," kata Rustam.

Rustam menuturkan, tugas dan fungsi Satgas Pangan, selain memonitor kondisi harga bahan pokok, juga memonitor suplai pangan agar tetap lancar tanpa kendala.

"Kalau ada kenaikan harga yang cukup signifikan berarti ada kendala dan akan kami lidik. Kalau ada kelonjakan harga kami curigai apa penyebabnya. Apakah suplainya berkurang atau ada penimbunan," katanya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved