Breaking News:

OTT KPK - Enaknya Kalapas Sukamiskin. Baru 4 Bulan Menjabat, Dapat 2 Mobil dan Uang Ratusan Juta

Dari OTT KPK tersebut juga terungkap, Fahmi juga memberikan satu unit mobil Mitsubishi Pajero dan satu unit Mitsubishi Triton kepada Wahid Husen.

Editor: Alfian Zainal
kolase/Tribunnews/TribunJabar
Inneke Koesherawati dan suaminya, Fahmi Dharmawangsa serta Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang ditangkap dalam OTT KPK, Jumat (20/7/2018) malam. 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Operasi tangkap tangan atau OTT KPK, Jumat (20/7/2018) malam di Lapas Sukamiskin terkait suap yang dilakukan Fahmi Darmawansyah, narapidana kasus korupsi terhadap Kepala Lapas Wahid Husen.

Dalam OTT KPK tersebut, KPK menyita dua unit mobil dan uang tunai Rp 279 juta dan 1.410 dolar AS atau sekitar Rp 20 juta lebih. 

Selain uang, dari OTT KPK tersebut juga terungkap, Fahmi juga memberikan satu unit mobil Mitsubishi Pajero dan satu unit Mitsubishi Triton kepada Wahid Husen.

"Jadi semua pemberian itu terkait fasilitas kenyamanan di sel tahanan dan kemudahan untuk keluar masuk penjara," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (21/7/2018) malam.

Baca: OTT KPK. Demi Fasilitas Bintang 5, Kalapas Sukamiskin Disangu Uang dan Dua Mobil oleh Koruptor

Baca: Terjerat OTT KPK, Kepala Lapas Sukamiskin dan Suami Inneke Koesherawati Jadi Tersangka

Baca: Satu Napi yang Tak Ada Saat OTT KPK di Lapas Sukamiskin Sudah Kembali, Modus Klasik: Izin Berobat

Baca: Artis Inneke dan Suami, Kalapas Sukamiskin dan Istri Diamankan Dalam OTT KPK, Sel Kosong Disegel

Untuk memuluskan upayanya itu, Fahmi dibantu oleh Andi Rahmat narapidana kasus tindak pidana umum yang selama ini berperan sebagai pembantunya di Lapas Sukamiskin.

Sedangkan Wahid Husen dibantu oleh Hendri Saputra, PNS di Lapas Sukamiskin.

Uang suap Rp 281 juta serta 410 dolar AS ditemukan petugas di rumah Wahid di Kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung serta Rp 27 juta di rumah Hendri Saputra di Kawasan Rancasari, Kota Bandung.

Begitu juga dua mobil ditemukan di rumah Wahid.

Sisanya, uang sebesar Rp 139 juta ditemukan di kamar tahanan Fahmi.

Kemudian uang Rp 92 juta dan 1.000 dolar AS ditemukan di kamar tahanan Andi Rahmat.

Dari kamar tahanan Andi Rahmat, petugas KPK juga menemukan dokumen dan sejumlah catatan tentang keluar masuknya uang. KPK juga mengamankan sejumlah telepon selular.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved