Beredar Kabar Pegawai Izin Selama Sebulan, Pejabat Anambas Perintahkan Dinas Usut

Asisten III Pemkab Anambas geram mendapat informasi mengenai oknum pegawai yang izin hingga satu bulan lamanya. Begini reaksinya!

Beredar Kabar Pegawai Izin Selama Sebulan, Pejabat Anambas Perintahkan Dinas Usut
Tribun/Septyan Mulia Rohman
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Anambas saat melakukan apel pagi di halaman kantor Bupati 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Asisten III Sekretariat Kabupaten Kepulauan Anambas geram dengan kedisiplinan oknum pegawai. Itu setelah dirinya mendapat informasi mengenai oknum pegawai yang izin hingga satu bulan lamanya.

Ia pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menindaklanjuti informasi ini.

Baca: Dikenal Tangguh, Inilah Keistimewaan 5 Mata-mata Perempuan Rusia Paling Terkenal Masa Perang

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: Sempat Hilang Dua Pekan, Nelayan di Bintan Ditemukan Selamat. Begini Kisahnya!

Baca: Ketua KPU Tanjungpinang Tegaskan RT dan RW Daftar Caleg Harus Mundur

"Meninggalkan tempat namun meminta tunjangan kesranya dibayarkan secara utuh ini yang rasanya kurang adil. Apalagi sampai satu bulan tidak masuk kantor. Saya juga sudah mendengar ada istilah pegawai yang tukang minta izin," ujar Yendi Senin (23/7/2018).

Ia pun juga meminta kepada OPD terkait untuk melakukan pemotongan kesra terhadap pegawai yang melakukan izin, selain pegawai yang statusnya tanpa keterangan kehadiran.

Langkah ini menurutnya penting, karena ada oknum pegawai yang menyalahgunakan izin tersebut, salahsatunya untuk meninggalkan kantor. Hal ini pun dikhawatirkan bakal berdampak pada capaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kalau sudah sedikit-sedikit izin, ini yang agak repot. Kalau bisa, untuk yang seperti ini bisa dikenakan pemotongan kesra karena tidak berada di kantor. Dalam hal ini, juga harus ada teguran baik lisan maupun secara tertulis," ungkapnya.

Ia mengatakan, menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) menurutnya merupakan pilihan yang sudah dibuat. Hal ini pun dipertegas dengan pernyataan yang ditandatangani serta diketahui secara langsung dari yang bersangkutan sebelum masuk menjadi pegawai.

Ia pun berharap, kedisiplinan pegawai di Anambas dapat meningkat sehingga berpegaruh pada kinerja serta menjadi contoh bagi masyarakat.

"Ini sudah menjadi pilihan Saudara, sama sekali bukan paksaan. Sehingga tidak bisa semaunya. Saya berharap, kita semua dapat meningkatkan kedisiplinan kita. Sehingga, capaian kinerja dapat semakin optimal dan meningkat," ungkapnya. (*)

Tags
Anambas
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved