OTT SMPN 10 Batam

Penyidik Polresta Barelang Periksa Pejabat Disdik Batam, Ini Statusnya!

Pengusutan kasus OTT di SMPN 10 Batam terus berlanjut. Setelah memeriksa sejumlah pengelola sekolah, penyidik memeriksa pejabat Disdik Batam

Penyidik Polresta Barelang Periksa Pejabat Disdik Batam, Ini Statusnya!
tribunbatam/eko setiawaan
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Pengusutan kasus OTT di SMPN 10 Batam terus berlanjut. Setelah memeriksa sejumlah pengelola sekolah, penyidik memeriksa pejabat Dinas Pendidikan Batam.

Tadi, penyidik memeriksa Kabid Pendidikan Menengah Disdik Batam dan bendahara SMPN 10 Batam.

Hernowo yang ditemui Tribun Batam di Polresta Barelang mengatakan, dia dipanggil untuk memberikan kesaksian terkait dugaan adanya permainan di SMPN 10 Batam.

Baca: Beredar Kabar Pegawai Izin Selama Sebulan, Pejabat Anambas Perintahkan Dinas Usut

Baca: Dikenal Tangguh, Inilah Keistimewaan 5 Mata-mata Perempuan Rusia Paling Terkenal Masa Perang

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

"Memang hari ini saya diminta keterangan sama penyidik. Hanya sebagai saksi saja," sebut Hernowo, Senin (23/8/2018)

Ditanyakan terkait apakah ada pengawasan setelah pihak sekolah diberikan kuota tambahan oleh Dinas, menurut Hernowo pihak Dinas belum sempat melakukan pengawasan dan kasus ini sudah menyeruak.

Operasi tangkap tangan (OTT) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, Sabtu (14/7/2018) malam.
Operasi tangkap tangan (OTT) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, Sabtu (14/7/2018) malam. (istimewa)

"Kita belum sempat melakukan pengawasan tetapi sudah ditangkap duluan," tambahnya.

Artinya dalam hal ini, memang pihak Dinas Pendidikan tidak melakukan pengawasan usai memberikank kuota tambahan kepada SMPN 10. Hal ini tentunya yang dimanfaatkan oleh tiap Sekolah untuk meraup keuntungan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

Apalagi dalam gelar perkara kemarin diketahui juga modus yang digunakan oleh pengelola SMPN 10 Batam meraup keuntungan. Yakni penerimaan siswa baru jalur offline.

"Untuk proses pembelajaran baru dimulai minggu ini. Makanya kita akan pantau terus sekolah tersebut. Dan terkait 171 siswa itu kita juga akan melakukan pemeriksaan," sebut Andri. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved