Breaking News:

Inspirasi

Anak Pengayuh Becak Lulus Cum Laude di ITB Viral, Dua Semester Nilainya A Semua

Bahkan perempuan yang masuk ITB tahun 2014 itu sempat mendapatkan IP 4,00 pada semester 5 dan Semester 6

Editor:
Kolase TribunJakarta.com/YouTube Trans7
Deddy Corbuzier-Herayati 

TRIBUNBATAM.ID-Kisah Herayati anak pengayuh becak lulus cum laude dari jurusan Kimia di ITB viral di sosial media beberapa waktu belakangan.

Herayati berhasil menyelesaikan studi dengan meraih predikat cum laude, IPK 3,77.

Bahkan perempuan yang masuk ITB tahun 2014 itu sempat mendapatkan IP 4,00 pada semester 5 dan Semester 6.

Hera sapaan akrabnya diundang menjadi narasumber di Hitam Putih yang tayang pada Kamis (26/7/2018).

Baca: Kubilai Khan, Kaisar Agung Mongol Sepak Terjangnya Tersandung di Tanah Jawa!

Baca: Berpilar Tinggi, Inilah Kemewahan Rumah Inneke yang Terjerat Kasus Tangkap Tangan KPK

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Ditantang Menkumham Bersihkan Lapas Sukamiskin, Tejo Herwanto Ganti Semua Pejabat Lapas

Hera menuturkan, ia mengambil jurusan kimia karena memang dirinya menyukai pelajaran tersebut sejak SMA.

"Yang kaya gini harus diperhatikan pemerintah," kata Deddy.

Hera menceritakan, ia telah mengatakan keinginannya kepada orang tua untuk menempuh pendidikan di ITB sejak kelas 9 SMP.

"Hera melihat kekhawatiran di wajah orang tua tapi hebatnya orang tua Hera itu, Hera bersyukur punya orang tua seperti beliau.

Beliau walaupun kekhawatir biaya tapi enggak pernah bilang jangan," tutur Hera.

Ayahanda Hera, Sawiri mengaku, pendapatan yang ia dapatkan selama sehari sekitar Rp 15 ribu - Rp 20 ribu.

"Itu sekarang-sekarang ini sih, kalau dulu ada jemputan sekolah. Dari situ buat makanan, biaya sekolah dan bayar ujian.

Deddy Corbuzier-Herayati
Deddy Corbuzier-Herayati (Kolase TribunJakarta.com/YouTube Trans7)

Dulu biayanya Rp 75 ribu untuk jemput sekolah per bulannya, bapak ada 2 orang jadi Rp 150 ribu," imbuhnya.

"Cukup?" tanya Deddy.

"Alhamdulillah mencukupi saja," ungkap Hera.

"Ya buktinya aja lulus," tutur Deddy.

Hera menjelaskan, biaya pendidikan kuliahnya dibiayai dari Kemeristekdikti.

"Jadi waktu SMA, saya dibimbing untuk apply beasiswa bidikmisi," tutur Hera.

"Karena kamu pinter?" tanya Deddy.

"Ya, dari keluarga kurang mampu juga. Jadi syaratnya punya akademik bagus dan kurang mampu," beber Hera.

Tak hanya itu, Deddy Corbuzier juga mengkonfirmasi mengenai orang tua Hera yang sempat menjual emas untuk biaya kuliah.

Hera menerangkan, hal tersebut dilakukan ketika ia diterima di salah satu PTN di Jakarta.

"Jadi sebelum masuk ITB, saya diterima di salah satu PTN Islam di Jakarta. Jadi waktu bidikmisinya setelah masuk. Bisa masuk ikut daftar ulang harus bayar dulu sekalipun nantinya mau bidikmisi," ungkap Hera.

Ketika itu, orang tuanya mendesak untuk diambil saja kesempatan itu agar menjadi keputusan cadangan apabila ia tak diterima di ITB.

"Sempat dibayarkan dan daftar ulang, tapi alhamdulillah keterima di ITB, jadi dilepas," paparnya.

"Uangnya?" tanya Deddy.

"Enggak dibalikin," kata Hera.

Sawiri mengungkapkan, ia mendukung keputusan Hera untuk berpendidikan tinggi karena ingin melihat masa depan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan anak itu gak seperti orang tuanya yang mengayuh becak," tukas Sawiri.

Dalam kesempatan itu, Hera mengaku ingin menjadi dosen di daerah Banten karena ingin dekat dengan orang tua.

Tak hanya dekat, Ia juga ingin mengabdi pada daerahnya.

Hera menyatakan, setelah ini ia akan langsung lanjut pendidikan S-2.

"Jadi Hera ambil kesempatan fast track, program unggulan FMIPA ITB, yang mana S1 dan S2 ditempuh selama lima tahun. Yang artinya tahun depan Hera sudah lulus jadi magister," tegasnya.

Mendengar kisah Hera, Deddy Corbuzier mengatakan apabila mendapatkan izin orang tua, tidak ada yang tidak bisa.

"Enggak ada yang enggak bisa. Ini alasannya bukan karena keluarga enggak mampu dan sebagainya," ungkap Deddy.

"Tapi orang tuanya membolehkan tidak untuk mengejar cita-cita dan anaknya mau tidak," sambung Deddy. (TribunJakarta)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved