Kamis, 21 Mei 2026

Pacar Pemuda yang Tak Datang di Hari Pernikahan Tak Kaget: Dia Sudah Sering Selingkuh

Juthathip terpaksa menceritakan kisah pilunya itu karena putus asa oleh kelakuan pria yang akan menikahi dan telah menghamilinya itu

Tayang:
kolase/coconuts.co
Juthathip Nimnual (25), Pakhin Joonjerm (18) dan kekasihnya, Am (35). 

TRIBUNBATAM.id, BANGKOK - Seorang calon pengantin perempuan Thailand mengumumkan kisah pilu yang dialaminya di depan tamu di hari pernikahannya, Minggu (22/7/2018) lalu.

Wanita yang mengenakan pakaian pengantin warna putih tersebut mengumumkan kepada para tamu bahwa pengantin prianya tidak datang.

Wanita itu bernama Juthathip Nimnual (25), memiliki kekasih yang lebih muda, Pakhin Joonjerm yang berusia 18 tahun.

 Bahkan, saat menyampaikan kisah memilukan itu, disiarkan langsung melalui Facebook.

Live streaming itu disaksikan lebih dari 5 juta penonton dan disebarkan ribuan kali sehingga menjadi viral di Thailand.

Baca: Di Depan Ratusan Tamu dan Live Facebook, Wanita Ini Umumkan Bahwa Calon Suaminya Tak Datang

Baca: Pria Tak Datang di Hari Pernikahannya Ternyata Punya Pacar Jauh Lebih Tua: Saya Izinkan Dia Menikah

“Saya ingin berterima kasih kepada semua tamu saya atas dukungan Anda. Saya telah melakukan tugas saya sebagai pengantin wanita dengan kemampuan terbaik saya hari ini ... Saya benar-benar tidak meramalkan situasi yang harus saya hadapi hari ini... ” kata Juthatip sambil menangis.

Juthathip terpaksa menceritakan kisah pilunya itu karena putus asa oleh kelakuan pria yang akan menikahi dan telah menghamilinya itu.

Meskipun mereka sebenarnya baru berkencan sejak dua bulan lalu, namun malangnya, Juthathip hamil.

Pakhin menolak untuk menikah dengan alasan sudah punya pacar, namun keluarga Juthathip memaksanya untuk menikah.

Akhirnya ditetapkan pernikahan pada tanggal 22 Juli dan seribuan undangan pun disebar. 

Bahkan, keduanya juga sudah membuat beberapa foto preweding yang mesra.

Dua hari menjelang pesta, Pakhin mengatakan tak mampu membayar mahar sebesar 200 ribu baht atau sekitar Rp 86 juta dalam bentuk uang tunai serta 200 ribu baht lainnya dalam bentuk perhiasan.

Keesokan harinya, kerabat pengantin wanita menawarkan bantuan 140 ribu baht agar ia bisa membeli mas kawin.

Foto preweding Juthathip dan Pakhin

Namun, Pakhin justru menghilang seharian, sampai akhirnya, pukul 23.00 malam, keluarga Pakhin mengabarkan bahwa Pakhin sudah ditemukan dan semuanya baik-baik saja.

Mereka juga meyakinkan bahwa pernikahan tetap diadakan sesuai jadwal.

Namun, calon suami yang ditunggu ternyata tak muncul pada hari pernikahan mereka.

Padahal, pengantin wanita sudah menyebarkan 1,000 undangan, menyewa peralatan pernikahan serta grup band untuk memeriahkan hari bahagia itu.

Kisah yang penuh air mata itu menjadi viral di Thailand, terutama saat Juthatip sambil menangis menceritakan penderitaan yang dialaminya.

Empat hari setelah peristiwa yang menghebohkan itu, Amarin TV, melacak pemuda yang bikin kacau itu.

Media lokal itu, seperti dilansir Coconuts.co, berhasil menemukan pacar Pakhin yang ternyata berusia hampir dua kali lipat darinya, yakni "Am", 35 tahun.

Am mengatakan bahwa Pakhin datang kepadanya menceritakan apa yang terjadi dan ia kemudian menyarankan agar Pakhin menikahi Juthathip.

Am memahami apa yang dirasakan oleh Juthathip karena ia seorang janda dan memiliki anak berusia 12 tahun.

“Dia datang meminta izin saya untuk menikahinya,” kata Am, "Dia bilang dia menghamili wanita."

“Saya seorang wanita juga dan seorang ibu tunggal. Jadi, saya mengerti itu, ” kata Am yang sudah berhubungan dengan Pakhin selama setahun.

Bahkan, Am juga tidak kaget jika pacarnya itu berselingkuh dengan Juthathip karena Pakhin memang sering berselingkuh dengan wanita lain.

Namun, Am tidak mengetahui sama sekali bagaimana hubungannya dengan Jutathip.

"Pria iini memang tidak setia," Kata Am. "Ketika saya keluar kota, saya tidak tahu berapa banyak gadis yang sudah dibawanya ke rumah."

Kendati demikian, Am mengaku masih berhubungan dengan Pakhin dan saat wawancara tersebut, Pakhin juga ada di sampingnya.

Namun pria ini tidak mau bicara, dan hanya duduk diam.

Media lain di Thailand, Khaosod, menyebutkan bahwa pihak Juthathip dan Pakhin juga sudah dipertemukan untuk mencari solusi. 

Juthatip yang sudah patah arang mengatakan bahwa mereka akan tetap menikah, namun setelah itu tidak akan tinggal bersama lagi.

“Tanggal pernikahan sudah ditentukan. Jadi kesepakatan kami, dia akan menghadiri upacara pernikahan, dan setelah itu kami akan berpisah."

Juthathip juga melaporkan kasus ini ke polisi, namun belum disebutkan tuntutannya karena hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved