Beredar Video, Laga Bola Tetap Jalan di Tengah Serangan Udara di Yaman. Penonton pun Duduk Santai

Beredar video unik di mana sebuah pertandingan sepak bola di Yaman tetap berlangsung meski ada rudal melesat.

Beredar Video, Laga Bola Tetap Jalan di Tengah Serangan Udara di Yaman. Penonton pun Duduk Santai
Screengrab from YouTube
Potongan video memperlihatkan para penonton tetap memperhatikan jalannya pertandingan sepak bola ketika rudal Patriot melesat di atas mereka. Konflik di Yaman yang berlangsung sejak 2014 dilaporkan membuat 10.000 orang tewas. 

TRIBUNBATAM.id, SANA'A - Beredar video unik di mana sebuah pertandingan sepak bola di Yaman tetap berlangsung meski ada rudal melesat.

Dilansir Daily Mirror, dalam video tersebut awalnya komentator tengah mengomentari jalannya pertandingan ketika dua rudal melesat di langit malam.

Komentator itu terdiam ketika dua rudal lainnya terbang.

Para penonton tetap asyik melihat laga, dan para pemainnya seolah tak terpengaruh.

Berikut video dimaksud:

Dari laporan media lokal, rudal tersebut merupakan sistem pertahanan anti- serangan udara Patriot bikinan Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis (2/8/2018), 20 orang dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara di kota pelabuhan Hodeidah yang dikuasai pemberontak Houthi.

Dalam keterangan saksi mata, serangan udara itu menghantam pasar ikan dan kawasan di dekat Rumah Sakit Al-Thawra.

Palang Merah di Twitter menyatakan, mereka telah mengirim tim medis untuk merawat korban luka yang dikabarkan berjumlah 50 orang.

Pemberontak Houthi dalam pernyataannya menyalahkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi sebagai dalang serangan udara tersebut.

Baca: Presiden AS Donald Trump Hina Pemain Basket Nasionalnya LeBron James, Sang Istri pun Menentang

Baca: Begini Cara Membawa Mobil atau Motor ke Jakarta dan Medan Gunakan Kapal Pelni dari Batam

Konflik di Yaman terjadi pada 2014 ketika Houthi mulai melakukan serangan untuk merebut Provinsi Saada di utara.

Setelah itu mereka mencaplok ibu kota Sana'a, dan memaksa Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang diakui internasional mengungsi ke Saudi.

Konflik itu mengalami eskalasi di Mret 2015 ketika Saudi dan delapan negara Arab lainnya melancarkan operasi militer untuk memulihkan pemerintahan Hadi.

Perang itu menelan korban jiwa 10.000 orang, memaksa dua juta orang mengungsi, dan menjadi krisis kemanusiaan terburuk merujuk kepada laporan PBB. (kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Laga Sepak Bola Tetap Berlangsung Saat Rudal Melesat di Atas Mereka"

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved