SMK Kartini Batam Gelar Uji Kompetensi Untuk Siapkan Calon Tenaga Kerja Bersertifikasi

Uji kompetensi yang digelar SMK Kartini Batam ini bertujuan menjadikan siswa kelas XII menjadi calon tenaga kerja bersertifikat

SMK Kartini Batam Gelar Uji Kompetensi Untuk Siapkan Calon Tenaga Kerja Bersertifikasi
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
SMK Kartini Batam gelar Uji Kompetensi Sertifikasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam upaya menjamin mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kartini kembali mengadakan uji kompetensi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Uji kompetensi ini bertujuan untuk menjadikan siswa kelas XII menjadi calon tenaga kerja yang bersertifikat dan siap bekerja.

"LSP SMK Kartini Batam sebenarnya April 2018 sudah ujian kemudian dipercaya melakukan uji lagi kepada anak kelas XII," ujar Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Kartini Batam, Yusman Johar kepada Tribun, Jumat (10/8/2018).

Baca: MotoGP Austria - Valentino Rossi Menyerah? Sebut Lintasan Sirkuti GP Austria Bikin Yamaha Menderita

Baca: Kecewa Keluhan Banjir Tak Ditanggapi, Warga Tiban Koperasi Batam Stop Aktivitas Pengembang

Baca: MotoGP Austria - Senjata Baru Valentino Rossi Atasi Hujan di MotoGP Austria, Spray Deflector

Yusman mengatakan, uji kompetensi ini digunakan dalam sistem paket. Dimana dalam 1 paket terdiri dari 20 orang sehingga total siswa yang harus diuji sebanyak 200 orang.

Sementara itu, siswa SMK Kartini yang mengikuti ujian ini sebanyak 68 orang. Namun untuk mencukupinya, SMK Kartini memiliki SMK jejaring lainnya, diantaranya SMK BBS Batam, SMK Ibnu Sina Batam, SMK Globe Batam, SMK MHS Batam, SMK Nurul Jadid Batam, SMK Islam Hang Tuah Batam, SMK Kolese Tiara Bangsa Batam.

"Kita saat ini hanya diberikan 10 paket saja. Kalau berhasil ditambah lagi jadi 600 orang. Sertifikat ini berlaku nasional dan siap langsung bekerja," tuturnya.

Ditempat yang sama Assesor Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Kartini, Mujiono mengatakan uji kompetensi ini merupakan program dari kementerian untuk SMK diseluruh Indonesia. Untuk uji kompetensi ini diminta untuk dilaksanakan menggunakan LSP.

"Di Batam sendiri hanya ada 2 yakni di SMKN 1 dan SMK Kartini. Untuk SMK Kartini sendiri untuk mata pelajaran akuntansi jadi diharapkan bisa menguji SMK Akuntansi yang ada di Kepri. Pengujian ini sudah dilakukan ketiga kalinya," ujar Mujiono yang juga menjabat sebagai Kepala SMK Kartini Batam.

Diakuinya teknis pelaksanaan pengujian ini kalau memang dirasa tidak berkompeten makan dianggap gagal. Pasalnya ada strandar nilai yang harus dicapai minimal 70 untuk satu skema.

"Yang diujikan ada budaya kerja, profesional, jurnal, buku besar, laporan keuangan, komputer akuntansi. Tesnya ada lisan, teori, tertulis dan praktek komputer. Semuanya dilakukan dalam 1 hari," tuturnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved