KRISIS EKONOMI TURKI

Krisis Ekonomi Turki Merahkan Bursa 47 Negara, Rupiah Tembus Rp 14.600 per Dolar

Guncangan ekonomi Turki seperti gempa berkekuatan besar. Ancaman Trump yang akan menaikkan tarif baja dan aluminium asal Turki menjadi tsunami.

Krisis Ekonomi Turki Merahkan Bursa 47 Negara, Rupiah Tembus Rp 14.600 per Dolar
worldbulletin.net
Krisis ekonomi Turki. ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Guncangan ekonomi yang dialami Turki seperti gempa berkekuatan besar. Ancaman Trump yang akan menaikkan tarif baja dan aluminium asal Turki menjadi tsunami.

Tak hanya Turki, gelombangnya juga menerjang banyak negara sepanjang Senin (13/8/2018). 

Lira jatuh pada kekhawatiran memburuknya hubungan Presiden Turki Tayyip Erdogan dengan Donald Trump.

Lira yang sudah mengalami penurunan sejak Mei 2018 lalu semakin mendorong ekonomi Turki ke dalam resesi.

"Ada suasana risk-off yang umumnya dipicu oleh aksi jual mata uang Turki, dan kami melihat aksi jual yang lebih luas sekarang. Itu terlihat sangat buruk di pasar negara berkembang lainnya," kata ekonom Investec, Philip Shaw seperti dilansir bussinesslive.co.za, Senin (13/8/2018).

"Terjun di lira, yang dimulai pada bulan Mei, sekarang terlihat pasti mendorong ekonomi Turki ke dalam resesi, dan itu mungkin memicu krisis perbankan," kata Andrew Kenningham, kepala ekonom global di Capital Economics. "Ini akan menjadi pukulan lain bagi EM (emerging markets)."

Swap default atau lindung nilai kredit Turki akibat turbulensi keuangan melonjak ke tertinggi sejak krisis keuangan global 2008.

Baca: Hanya Gara-gara Kicauan Trump, Lira Turki Pendarahan Hebat. Kebangkrutan di Depan Mata

Baca: Diambang Bangkrut, Erdogan Ajak Rakyat Turki Jual Dollar dan Euro

Baca: Diambang Bangkrut, Turki Akan Dikuasai Oleh China

Andrew Kenningham, chief global economist Capital Economics melihat, pelemahan lira yang terjadi sejak Mei berpotensi mendorong Turki ke resesi ataupun memicu krisis perbankan. 

"Ini akan menjadi pukulan lagi untuk pasar emerging market. Tapi, dampak ekonomi terhadap ekonomi global seharusnya tidak terlalu besar, bahkan untuk zona euro," katanya, seperti dikutip Reuters. 

Dia merujuk pada Produk Domestik Bruto (PDB) Turki yang sekitar US$ 900 miliar. Ekonomi Turki lebih kecil daripada Belanda dan hanya sekitar 1% dari ekonomi global. 

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved